Toyota Starlet XL 1.0 (EP70) : Dreams Came True

Toyota Starlet XL 1.0 (EP70) : Dreams Came True

Throwbackkk (ih sadiss…) ke tahun 2015 lalu, kami pernah meliput khusus Toyota Starlet kapsul milik Vicky Boy yang dikonversi ke Starlet GT Turbo. Namun kali ini, pria yang akrab disapa Q-boy ini justru melakukan proyek kepada Toyota Starlet XL 1.0 yang merupakan generasi sebelumnya.

Toyota Starlet XL 1.0 EP70

Tidak bisa juga dikatakan ‘downgrade’ atau mundur generasi, Vicky memiliki alasan yang cukup kuat saat membangun Starlet ‘kotak’-nya tersebut. “Lebih suka sama bentuknya mas. Dulu pas Starlet GT, sudah ada Starlet kotak ini. Tapi ngurus 2 mobil agak susah hehehe,” jelas Vicky.

Toyota Starlet XL 1.0 EP70

Toyota Starlet EP70 produksi 1989 yang dijulukinya ‘Una’ tersebut pun dikonsepkan oleh Vicky lebih ke aliran orisinil. Untuk meraih tujuannya, seluruh bagian bodi telah dikerok dan dicat ulang agar tampil lebih segar. Warna yang dipilih oleh Vicky untuk Starlet-nya adalah merah.

Toyota Starlet XL 1.0 EP70

Supaya berbeda dengan ‘Starko’ lainnya, Vicky menyematkan grill varian Lisse yang sangat langka. Uniknya lagi, Vicky memasang ragtop dari Webasto. “Starlet versi diluar ada yang pake ragtop, dan juga biar tampil beda mas,” jujurnya.

Toyota Starlet XL 1.0 EP70

Biasanya mobil-mobil Jepang, baik muda maupun toku mengandalkan velg asal Jepang. Tidak demikian bagi Vicky, yang justru menetapkan ke velg made in Germany. Uniknya lagi, velg di Toyota Starlet kotaknya ini berbentuk boneka Teddy Bear, yaitu velg Ronal URS, atau bekennya disebut Ronal Bear.

Toyota Starlet XL 1.0 EP70

“Dulu tahun 1998 pernah punya velg Ronal Bear, tapi udah dijual. Sempet nyesel sih mas. Pas 2013 beli Starlet kotak, kepikiran pake velg ini lagi, tapi pasti susah nyarinya. Ternyata cari-cari online, ada yang jual dan harga masuk akal, Alhamdulilah dapet mas,” jelas Vicky.

Toyota Starlet XL 1.0 EP70

Saat dibeli tahun 2013 lalu, kondisi interior Toyota Starlet-nya banyak yang tidak orisinil. Perlahan demi perlahan, Vicky mencari bagian-bagian interior agar kembali seperti aslinya, sambil menyematkan beberapa bagian interior dari Starlet Soleil EP70 yang beredar di luar negeri, yang paling kentara adalah instrument cluster dan setirnya.

Toyota Starlet XL 1.0 EP70

Toyota Starlet XL 1.0 EP70

Toyota Starlet XL 1.0 EP70

Tampilan klimis di eksterior dan interior terus berlanjut ke bagian mesin. Vicky membuat engine bay Toyota Starlet-nya sangat bersih dan beberapa bagiannya merupakan NOS atau new old stock. Engine bay juga terlihat rapih berkat dikemas secara wire tuck.

Toyota Starlet XL 1.0 EP70

Upppsssss…. Tunggu dulu, kok karburatornya gak ada? Ternyata Vicky mempensiunkan mesin bawaannya 1.000 cc karburator, diganti dengan mesin 4E-FE yaitu 1.300 cc injeksi bertenaga 88 HP, cukup signifikan dibandingkan bawaannya bertenaga 55 HP. “Dari awal bangun sudah niat pake 4E-FE mas. Kalau 4E-FTE malah takut kecebur lebih dalam hahaha,” ungkap pria berkacamata ini.

Toyota Starlet XL 1.0 EP70

Kami pun sempat diberikan kesempatan menjadi penumpang, dan Toyota Starlet kotak milik Vicky ini bisa dibilang benar-benar serius saat membangunnya. Kendala getaran bersifat horor dari mesin khas mobil tuwirr tidak ada di mobilnya. “Kedepannya mau cari perintilan-perintilan Starlet dari Eropa mas,” tutupnya.

Vicky’s Toyota Starlet XL :
OEM Starlet Soleil EP70 Instrument Cluster, OEM Starlet Soleil EP70 Steering Wheel, OEM Starlet Lisse EP70 Grille, OEM Burgertray, Recaro LX Front Seats, Webasto Ragtop, Ronal URS (Ronal Bear) Wheels, 4E-FE Engine, Alpine CDA-9887 Head Unit, MBQuartz Front Speaker, Vifa Logic Tweeter, Directed Subwoofer, Directed 4 Channel Power Amp, Gramond 2 Channel Power Amp.

KOMENTAR