Tips Mudik TVCI, Periksa Mobil Sampai Tekanan Angin Ban

Tips Mudik TVCI, Periksa Mobil Sampai Tekanan Angin Ban

Mudik sudah menjadi tradisi bagi orang Indonesia, yaitu kembali ke kampung halaman untuk bertemu keluarga, saat menjelang hari raya, termasuk Lebaran. Kali ini, Toyota Vios Club Indonesia (TVCI) berbagi tips bagi pemudik yang menggunakan mobil.

Berry Saiffudin selaku ketua umum TVCI mengatakan untuk memeriksa seluruh kondisi mobil yang vital, mulai dari mesin, hingga periksa tekanan angin ban mobil. “Karena ban merupakan kontak langsung mobil dengan aspal, dan tekanan angin sangat berpengaruh,” ungkapnya saat buka puasa bersama hari Sabtu (26 Mei 2018) lalu.

Cowok ramah dan berkacamata ini berbagi pengalaman mengenai pentingnya tekanan angin ban. “Saya pernah sedang touring bersama komunitas, tekanan angin ban saya sudah berkurang. Saat melewati lubang, ban saya pecah,” lanjutnya.

Berry mengatakan sebisa mungkin tekanan angin ban harus sesuai dengan yang dianjurkan. “Kelebihan tekanan angin juga bisa menyebabkan ban pecah. Makanya harus sesuai yang dianjurkan. Ada juga pernah mobil member yang velg-nya sampai rusak setelah ban pecah setelah nge-hajar lubang,” katanya.

Catatan tekanan angin ban untuk mobil standar biasanya terdapat di balik pintu pengemudi (pillar B). Sedangkan untuk roda yang sudah diganti, misalnya diameter lebih besar dibandingkan standar, tekanan angin ban harus sesuai yang dianjurkan oleh toko ban. “Mobil saya sudah ganti ke diameter 19 inci, tekanan angin 35 psi,” ungkapnya.

Berry juga menyarankan periksa tekanan angin ban setiap 2 minggu sekali. “Biasanya sudah berkurang 5 psi, jadi saya tambah angin. Kalau di bawah 30 psi, saya langsung cek apakah ada kebocoran. Hal ini berlaku untuk perjalanan jarak jauh seperti mudik, maupun jarak dekat di perkotaan. Kondisi parkiran juga pengaruh, misalnya marmer, akan mengurangi tekanan angin juga kalau parkir lama seperti malam hari,” bilangnya.

Selain itu, Berry juga menambahkan pengemudi juga harus dalam kondisi sehat. “Jangan dipaksakan kalau sudah ngantuk. Kalau saya, biasanya hanya tahan mengemudi 8 jam. Kalau sudah ngantuk, lebih baik istirahat atau ganti pengemudi lain,” tutupnya.

KOMENTAR