(TIPS-INFO) Ganti Saringan Udara : Replacement, Open, Atau CAI?

(TIPS-INFO) Ganti Saringan Udara : Replacement, Open, Atau CAI?

Dalam langkah mengoptimalkan tenaga mesin, pergantian saringan udara (atau filter udara) merupakan salah satu syaratnya. Di pasaran otomotif Indonesia maupun dunia, terdapat 3 macam saringan udara yaitu replacement, open, dan CAI (cold air intake). Bingung pilih yang mana?

“Pada dasarnya, jenis replacement itu seperti standarnya mobil, tapi bahannya beda sehingga udara yang masuk ke mesin lebih besar. Dan jenis ini tetap menggunakan boks standarnya mobil,” buka Yudhistira Maranatha dari workshop Engine+.

Kemudian yang ke-2 adalah saringan udara jenis open. “Kalau open, udara yang masuk akan lebih besar ketimbang jenis replacement, karena penampangnya lebih besar lagi dan tidak menggunakan boks standarnya mobil,” lanjutnya.

Kedua jenis ini paling banyak diminati, karena tergolong masih mudah dalam pengaplikasiannya. Tapi, diantara keduanya, jenis saringan udara apa yang paling cocok? “Untuk mobil harian, menurut gua paling tepat adalah jenis replacement,” kata Yudhis.

Ada beberapa alasan, yang pertama adalah karena mesin masih standar, udara yang dibutuhkan mesin belum terlalu banyak. Kemudian jenis replacement bisa dicuci sendiri dengan mengikuti petunjuk, otomatis lebih tahan lama. Selanjutnya alasan lainnya adalah lebih value for money.

“Tapi ada kekurangannya, jenis ini terbatas dengan boks standarnya. Kalau internal mesin sudah di-upgrade, naik kompresi, atau pakai turbo, jenis replacement tidak cocok. Nah kekurangannya lagi, estetikanya tidak ada, karena terlihat standar hahaha,” candanya.

Bagi yang mesinnya sudah dimodifikasi cukup ‘berat’, open air filter adalah jawabannya. “Ingat, ini lebih cocok untuk balap. Tapi penempatan open air filter harus diperhatikan, sebisa mungkin tidak dekat dengan mesin, supaya udara yang dihirup bukan hawa panas. Makanya harian tidak cocok, karena lebih sering ketemu macet, malah jadi ngempos kalau hirup udara panas,” tegasnya.

Karena tidak menggunakan boks standar, untuk saringan udara jenis open biasanya biaya akan lebih mahal. “Kadang harus ganti pipa intake, tambah klem lagi, dan lainnya. Harga open air filter juga lebih mahal. Tapi untuk estetika sih dapet, mesin jadi terlihat enak hahaha,” candanya lagi.

Karena adanya kemungkinan menghirup udara hawa panas, maka yang jenis ketiga adalah CAI. “Sebenarnya saringan udara tetap pakai jenis open, tapi dibuatkan boks khusus. Boks ini disambung lagi pakai pipa biasanya ke fender, atau di balik bemper, atau ke lampu depan, dan lainnya. Tujuannya agar tidak menghirup udara panas,” jelasnya.

Tentunya untuk CAI akan lebih optimal lagi dalam menyalurkan udara yang dihirup ke mesin. Namun untuk jenis ini tentunya ada kelemahannya juga. “Biaya yang dibutuhkan lebih besar lagi. Ada yang jual kit-nya, harganya sekitar 300-350 USD. Ada juga yang dibuat custom,” kata Yudhis.

Pada akhirnya, pemilihan jenis saringan udara, mulai dari replacement, open, maupun CAI harus sesuai peruntukannya. “Kesimpulannya, replacement air filter paling cocok untuk harian. Untuk balap, bisa pakai open air filter, tapi lebih enak lagi pakai CAI,” tutup Yudhis.

KOMENTAR