Terios 7 Wonders 2018 : Keindahan Pantai Pintu Kota

Terios 7 Wonders 2018 : Keindahan Pantai Pintu Kota

Setelah hari sebelumnya berpetualang ke air terjun Telaga Pange, kali ini Tim Terios 7 Wonders melanjutkan perjalanannya menuju destinasi ke-5, yaitu pantai Pintu Kota pada Kamis (15/11). Perjalanan ini terbilang cukup terik, namun dengan dukungan dari Digital Auto AC yang mengatur suhu kabin Terios lebih presisi menjadikan ekspedisi ini terasa lebih nyaman.

Setibanya disana, tim langsung disambut oleh Heri Tumanseri De Fretes, yang akrab dipanggil dengan sebutan Oma Heri selaku pengelola pantai tersebut. Pantai yang dikelola oleh masyarakat Desa Airlow ini, memiliki cerita tersendiri tentang asal muasal terbentuknya nama pantai ini.

Pada ratusan tahun lalu, saat seorang lurah di desa tersebut marah dikarenakan warganya yang terus berselisih. Kejadian tersebut membuat dirinya marah dan menendang pintu rumahnya hingga pintu tersebut terpental ke bibir pantai lalu menabrak karang yang menyebabkan karang tersebut berbentuk seperti pintu, sehingga dinamakanlah pantai itu Pintu Kota.

Meskipun pantai Pintu Kota penuh dengan cerita mistis, namun keindahan pantai dan bawah lautnya membuat takjub tim ekspedisi, serta pecinta aktivitas cave-dive dari dalam negeri dan mancanegara.

Selain itu, tim ekspedisi juga melakukan rapeling, yakni menuruni puncak pintu kota ke dasar karang dengan tinggi kurang lebih 25 meter. Aktivitas ini membuat setiap anggota tim terpacu adrenalinnya.

Saat matahari mulai terbenam, tim ekspedisi bergegas pulang. Saat perjalanan pulang, Terios dengan fitur Auto Head Lamp, yakni tuas lampu pada posisi Auto, membuat lampu otomotis menyala saat kondisi sekitar sedang gelap, sehingga semakin menambah kenyamanan dan keamanan tim saat berpetualang menjelajahi Maluku.

KOMENTAR