Suzuki Resmikan Pabrik Seluas 130 Hektar di Cikarang

Suzuki Resmikan Pabrik Seluas 130 Hektar di Cikarang

Cikarang, BosMobil.com – PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) resmi membuka pusat perakitan mobil keempat di Indonesia. Pabrik seluas 130,7 Hektar dan luas bangunan 11 Hektar ini menjadi yang terbesar setelah 40 tahun Suzuki berkiprah di Tanah Air. Sedangkang total investasi yang digelontorkan mencapai 1 miliar dollar AS.

“Pabrik ini akan mengintegrasikan produksi yang selama ini terpisah-pisah, dan diproduksi secara intensif. Pabrik ini juga sudah dilengkapi robot – robot canggih yang sama dengan pabrik Jepang” ujar CEO Suzuki Motor Corporation, Osamu Suzuki, saat melakukan peresmian di kawasan industri Greenland International Industrial Center, Cikarang, Jumat, (29/5/2015).

PABRIK-BARU-SUZUKI-2

Sementara Shuji Oishi selaku President Director PT. SIM dan PT.SIS mengungkapkan pabrik baru ini akan memenuhi kebutuhan industri otomotif dengan kualitas produk berstandar global demi memenuhi kebutuhan pasar nasional dan ekspor, “Kami sangat mengharapkan pabrik baru ini tidak hanya menghasilkan produk bermanfaat, tapi bermanfaat juga untuk lingkungan dan karyawan,”

Davy J Tuilan, 4W Deputy Managing Director PT SIS menjelaskan “Kapasitas pabrik ini bisa memproduksi 200 ribu unit pertahun, jika tanah 130,7 Hektar ini dipakai secara penuh. Untuk sekarang kapasitas yang sudah dibangun dapat memproduksi 160 ribu unit pertahun, sementara yang sudah terpakai baru 50 ribu unit pertahun untuk Ertiga,”

Adapun fasilitas pabrik tersebut mencakup Power train production seluas 35 ribu meter persegi untuk keperluan engine casting, engine machining, dan engine assembling. Kemudian Assembly Production yang dilengkapi sarana pressing, welding, painting body, resin, seat, assembling, dan final inspection. Pabrik ini juga dilengkapi sarana high way test truck.

Pabrik baru ini menyerap tenaga kerja dengan total jumlah sekitar 1.152 orang. “Melihat komitmen Suzuki maka pemerintah akan memberi kemudahan, kita sedang melakukan pertemuan bilateral kebeberapa negara yang menjadi target tujuan ekspor kita,” ujar Rahmat Gobel – Menteri Perdagangan.

 

KOMENTAR