Retro STC Seri 6 Dilalui Ismail Ekadana Penuh Dramatis

Retro STC Seri 6 Dilalui Ismail Ekadana Penuh Dramatis

Bogor, BosMobil.com – Balap bertajuk Super Touring Car Championship telah memasuki seri 6 atau terakhir yang diselenggarkan di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor yang merupakan bagian dari Indonesian Sentul Series of Motorsport (ISSOM) pada 29 November 2015 lalu.

Ismail-Ekadana-Retro-STC-6-nov2015-02

Ismail Ekadana kembali mengikuti balap tersebut di kelas Retro STC menggunakan Toyota Corolla DX (KE70) yang telah di-engine swap ke F20C, mesin bawaan Honda S2000. Jika di seri 5 lalu tidak bisa menyelesaikan balap, di seri 6 ini justru dilalui dengan penuh dramatis.

Ismail-Ekadana-Retro-STC-6-nov2015-03

“Mesin Honda S2000 diatas kertas lebih bertenaga, tapi ternyata tidak serta merta langsung kencang,” katanya. Sebelum seri ke-6, kami sempat diajak Ekadana untuk latihan di sirkuit. Saat itu, terkendala pada fuel system, yaitu kurangnya suplai bahan bakar ke mesin. Akhirnya Ekadana sepakat untuk membersihkan sektor tersebut dengan waktu kurang dari 2 minggu.

Ismail-Ekadana-Retro-STC-6-nov2015-04

Ismail-Ekadana-Retro-STC-6-nov2015-05

Seri pamungkas tiba, kembali lagi Corolla DX-nya bermasalah di sektor yang sama. “Di kualifikasi masih brebet. Dapet di posisi 40,” ungkapnya. Bersama Togi selaku tuner bagian ECU, akhirnya ditemukan jika injektornya sudah lemah. “Tau sendiri Honda S2000 jarang banget di Indonesia. Tapi Togi bantu cari, akhirnya ada Honda S2000 yang sedang turun mesin, dan boleh pinjam injektornya,” tuturnya.

Ismail-Ekadana-Retro-STC-6-nov2015-06

Di hari Minggu sebelum race dimulai, injektor pinjaman dipasang ke mesin F20C-nya. “Togi minta akselerasi dari gigi 1 ke 4 supaya ada data mentah ke ECU, tapi gak ada tempat untuk tes mobil. Jadi akhirnya diakselerasikan saat warming up lap, dan setelah itu tuning ulang di starting grid. Udah kayak balap Formula 1 aja hehehe,” bilang Ekadana.

Ismail-Ekadana-Retro-STC-6-nov2015-07

Sudah tuning pada ECU-nya, mesin Corolla DX-nya pun sempat tidak mau hidup. “Tapi akhirnya mau. Wah start dari urutan ke-40, ga keliatan bro lampu start-nya. Jadi gue nunggu depan gue jalan, baru gue ikutan start,” katanya. Terlihat Ismail Ekadana sudah melalui beberapa mobil sejak start. “Bisa lewatin 7 mobil menjelang R1,” katanya lagi.

Ismail-Ekadana-Retro-STC-6-nov2015-08

Sudah menemukan performa yang optimal, Ekadana pun terus menyalip beberapa pembalap selepas R1, hingga akhirnya di lap pertama bisa menyalip 15 mobil. Di lap berikutnya, doi juga terus menyalip pembalap lainnya. Wew, on fire nih… “Di lap ke-4, gue udah berhasil susul 3 mobil lagi. Tapi begitu masuk R1, mobil seperti bergeser sampai akhirnya harus masuk ke gravel,” ucap Ekadana.

Ismail-Ekadana-Retro-STC-6-nov2015-09

Hal tersebut membuat Ekadana harus kehilangan waktu dan dilalui beberapa pembalap lainnya. “Padahal sudah 10 besar secara overall dan 3 di kelas Retro STC. Yah namanya juga balap,” tukasnya. Ekadana dengan Corolla DX-nya akhirnya finish di 18 secara overall, dan posisi 6 di kelas Retro STC. Best time yang diraihnya kali ini adalah 1:55,286.

Ismail-Ekadana-Retro-STC-6-nov2015-10

Dramatisnya juga, ban kiri belakang mobilnya sempat bocor karena kena paku saat mau tes di parkiran. “Akhirnya pinjam ban dari teman, ban tahun lalu. Gara-gara ini, mobil jadi sempat masuk gravel,” tambah Ekadana. “Mungkin kedepannya harus ganti ban yang lebih lebar, dan harus banyak latihan lagi,” tutup Ekadana yang berjanji akan tampil lebih baik lagi di tahun depan.

Ismail-Ekadana-Retro-STC-6-nov2015-11

KOMENTAR