Neo BLX Performance, Kegembiraan Bercampur Kesedihan

Neo BLX Performance, Kegembiraan Bercampur Kesedihan

Di gelaran Sentul Drag Race 2016 seri 2 pada 27-28 Februari lalu merupakan kegembiraan bagi Neo BLX Performance. Namun tim maupun workshop yang bermarkas di Bekasi ini juga mengalami kesedihan. ‘Kegembiraan Bercampur Kesedihan’ sadisss…

Neo-BLX-Performance-feb2016-02

“Kami bisa memperoleh 7 piala, dari 4 mobil kami yaitu Honda Civic Estilo, Honda Jazz, Toyota Yaris, dan Toyota Starlet. Kami mengayomi customer kami, ada yang mobilnya belum siap, tapi ingin coba drag race, jadi pakai mobil yang ada,” buka Agung Santoso dari Neo BLX Performance.

Neo-BLX-Performance-feb2016-03

Selain mobil-mobil yang disiapkan, tentunya ada faktor ‘x’ untuk meraih 7 piala drag race tersebut. “Faktor luck, karena hujan bisa dibilang cuaca memihak kami sebenarnya. Ini yang terbanyak, karena sebelum-sebelumnya rata-rata hanya 4 piala,” lanjut Agung.

Itu adalah kegembiraannya, untuk kesedihannya, tim tersebut harus kehilangan 6 nomer karena keterlambatan untuk line up. Di seri ke-2 ini, masing-masing dari mobilnya mendaftarkan lebih dari 1 nomer, bahkan Toyota Yaris-nya sampai 7 nomer. “Kami terlambat, karena tidak konsisten jadwal kelas yang sedang berlangsung. Contohnya kami sedang ikut kelas 17 detik, tapi mobil-mobil di kelas 15 atau 14 detik sudah ikutan start. Jadinya kan antriannya panjang,” tutur Agung.

Ditambah lagi cuaca hujan mengakibatkan balap harus diundur hingga 1 jam lebih dari jadwal awalnya. “Jadinya waktu lebih sempit lagi dari awalnya. Ini 300 peserta, gimana kalau yang biasanya 500-600 peserta,” katanya.

Neo-BLX-Performance-feb2016-04

Di lain kesempatan, kami mewawancarai Arief Budiarto selaku Race Committee untuk tanggapannya. “Saat briefing Sabtu-nya, kami sudah jelaskan dan ingatkan agar mengatur waktu ke line up. Kalau pun banyak nomer start, mereka bisa ajukan surat pernyataan tertulis. Tujuannya agar menjaga sportifitas dan menghindari dugaan anak emas oleh peserta lain,” jelas Ato, panggilan akrabnya.

Neo-BLX-Performance-feb2016-05

Untuk diperbolehkannya peserta yang belum waktunya, Ato menuturkan : “Salah satu solusi dari peserta yang line up kelas 19 detik walaupun sebenarnya dia kelas 16 detik adalah karena mereka ikut beberapa kelas, itu kami toleransi. Bila kami terlalu strict dengan jadwal per kelas, mereka bisa terlambat naik line up. Walaupun begitu, dalam pengumuman, kami selalu sesuaikan dengan urutan jadwal kelas.”

Neo-BLX-Performance-feb2016-06

“Jadwal tidak disempitkan, semua diperhitungkan. Karena hujan, jadi revisi dan mulai jam 10 pagi, itupun kami toleransi sekitar 30 menit dari seluruh jadwal kelas yang tertera. Kami harus strict apalagi cuaca dan kondisi track. Jika toleransinya lebih, bila terjadi hujan bisa batal 1 kelas, bila makin kering akan tidak fair maka harus diulang. Kalau begini terus, balap tidak akan kelar, dan semua peserta rugi,” lanjut ‘Atollica’.

Neo-BLX-Performance-feb2016-07

“Intinya salah komunikasi juga lah, saya juga pastinya introspeksi diri. Mungkin kedepannya kami tidak daftar banyak nomer. Jika pun iya, kami pasti akan buat surat pernyataan diatas materai mengenai dispensasi waktu. Masalah kami tidak ikut lagi, itu masih wacana. Di satu sisi, banyak mobil peserta yang belum siap,” tutup Agung.

KOMENTAR