mSF 2015 : Kelas Baru, Kontes Makin Seru

mSF 2015 : Kelas Baru, Kontes Makin Seru

Jakarta, Bosmobil.com – Sebagai wadah apresiasi penghobi car audio Indonesia, pada perhelatan Mobile SOUND FESTIVAL 2015 yang dimulai pada kota Yogyakarta dibuka beberapa kelas special event yaitu Single Tuner Attack, DSP Run, Class-D Fullrange, Legendary Call dan Premium loud. seperti apakah detail kelas-kelas baru yang dibuka? simak ulasannya.

Single Tunner Attack
Perangkat yang digunakan harus menggunakan satu brand didalam sistem pendukungnya baik speaker, subwoofer dan power amplifier. sedangkan head unit muapun prosessor eksternal bisa menggunakan brand lainnya.Untuk kelasnya dibuka yaitu single tuner 10 dan Single tuner 50.

single-tunner

DSP Run
Sistem Audio peserta yang mengikuti kelas ini harus menggunakan DSP yang sudah built-in amplifier. Sehingga proses penjurian suara sistem yang dinilai hanya mengandalkan tenaga power amplifier internal yang dimiliki DSP tanpa tambahan unit amplifier eksternal.Dalam prakteknya, kompetisi terbagi menjadi dua kelas yaitu DSP 15 dan DSP 25

dsp-run

Class-D Fullrange
Tantangan baru bagi peserta yang menyematkan sistem didalamnya menggunakan power amplifier class-D Fullrange baik untuk sokong speaker dan amplifier. Pembagian kelasnya terbagi menjadi dua, yaitu budged Rp.15 Juta dan Rp.25 Juta.

class-d

Legendary Call
kelas ini dibuka bagi penghobi perangkat yang sudah melegenda di dunia. pasalnya sistem yang tersemat didalamnya menggunakan brand audio yang sudah eksist di dunia minimal 30 tahun dari 2014. Sistem yang ada didalam mobil peserta, minimal 3 perangkat pendukung menggunakan brand audio yang sudah beredar 30 tahun lebih dilihat dari head unit, prosessor eksternal, speaker, subwoofer maupun power amplifier. Di mSF 2015, Legendary Call dibuka menjadi dua kelas budged yaitu Legendary 25 dan legendary 50

legendary-call

Premium Loud
sementara, untuk penghobi SQL diapresiasikan dengan membuka kelas Premuim Loud, dimana penjurian dinilai dari kemampuan suara di semua lini frekuensi dengan CD lagu tanpa mengukur besaran desibel (dB). Sehingga dalam prakteknya proses penilaian tonal menggunakan CD EASCA dan untuk penilaian attack bass-nya menngunakan CD bebas dari peserta.

premium-sound

KOMENTAR