Modif Toyota Yaris : Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama

Modif Toyota Yaris : Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama

Jakarta, BosMobil.com – Ada cerita unik dari pemilik Toyota Yaris generasi ke-3 ini. Agung Santoso, yang juga owner bengkel BLX Performance ini, awalnya ingin memiliki mobil bertipe hatchback. “Maunya Honda Civic Estilo, tapi kok harga sekennya luar biasa,” bukanya. Lantas, Agung terus me-review mobil-mobil hatchback terbaru yang dirilis di Indonesia.

“Gak ada yang demen dengan mobil hatchback baru-baru ini. Sampai akhirnya keluar Toyota Yaris baru sebelum bulan Mei 2014. Pas lihat pertama kali, saya langsung jatuh cinta om. Langsung saja pesan, tapi punya saya itu masih dari Thailand, karena saya request tanggal 1 Mei sudah diantar ke rumah, padahal Yaris mulai produksi di Indonesia per 1 Mei juga,” ungkapnya.

Toyota Yaris BLX Performance

Jatuh cinta dari segi penampilan, namun tidak pada mesinnya, karena masih menggunakan 1NZ-FE seperti Toyota Yaris generasi sebelum-sebelumnya. Setelah sampai di tangannya, Agung langsung melakukan modifikasi pada mesinnya untuk melampiaskan hobinya, yaitu drag race.

Toyota Yaris BLX Performance

Turbo For Daily Use

Mesin 1NZ-FE dengan konfigurasi bore dan stroke yaitu 75×84,7 mm memiliki kapasitas sebesar 1,5L. Pada brosurnya tertulis mesin ini menghasilkan tenaga 109 Ps. Mungkin hal ini tidak cukup bagi Agung untuk melampiaskan hobinya. Makanya mesin pada Toyota Yaris-nya dipersenjatai perangkat turbo untuk men-doping tenaga.

Toyota Yaris BLX Performance

Turbo-nya adalah Zage yang diperuntukkan khusus kepada Toyota Yaris. “Ini turbo kit untuk Yaris lama, tapi masih plug and play, hanya diperlukan custom piping sedikit,” jawabnya. Untuk internal mesin seperti piston, setang, kruk-as masih dibiarkan standar. “Kompresi tinggi, yaitu 10,5:1 dan diturunkan dengan tambah paking di cylinder head. Untuk cylinder head-nya, karena waktu terbatas jadi masih pakai bekas taksi yang sudah di porting-polish tapi untuk naturally aspirated,” jujur Agung.

Toyota Yaris BLX Performance

Menunjang asupan yang dihasilkan turbo, sejumlah pergantian dilakukan di bagian lainnya. Untuk mengantisipasi boost pressure, intake bawaan digusur oleh Weapon-R. “Dari sini bisa menggunakan throttle body lebih besar, kami pakai dari mesin 1ZZ-FE punya Altis,” ungkapnya. Kebutuhan debit bahan bakar yang banyak dijawab oleh penggunaan fuel pump DeatschWerks 255 Lph, injector 220 cc, dan extra injector. “Injector besar hanya diperlukan saat turbo mulai spooling, dimana diperlukan debit bahan bakar yang banyak. Jadi ditambahkan extra injector 1.000 cc,” jelas Agung.

Toyota Yaris BLX Performance

Toyota Yaris BLX Performance

Toyota Yaris BLX Performance

Pipa-pipa knalpot cukup di-custom saja yang berukuran 2,25 inci dan berakhir di knalpot Fujitsubo. Sementara ECU standar tetap digunakan, cukup ‘dikibulin’ oleh Dastek Unichip Q+ untuk mengoptimalkan ubahan mesin. Namun transmisi automatic Toyota Yaris masih dibiarkan standar tanpa ubahan apapun, yang kemudian rodanya menggunakan kombinasi velg 17 inci dibalut ban Toyo. Biar pengendalian lebih mantap, per menggunakan Eibach Pro Series.

Toyota Yaris BLX Performance

Toyota Yaris BLX Performance

Karena memang masih untuk sehari-hari, interior Toyota Yaris masih lengkap, dan tidak ada penambahan beragam indikator di dashboard untuk memonitor keadaan mesin. Namun dimonitori melalui head unit. “Head unit sudah ganti yang ber-operating system Android Jelly Bean, terintegrasi dengan wi-fi dan OBD-II, yang didalamnya saya install software DashCommand untuk memonitor mesin mobil,” tambahnya.

Toyota Yaris BLX Performance

Sejak di-doping turbo, tenaga tentunya melonjak jauh dari bawaan mesin. “Terakhir di-dyno dengan boost pressure 0,8 bar tenaga keluar 220 HP dengan torsi 240 ft.lbs,” bilangnya. Diuji coba di arena drag race Sentul, Toyota Yaris ini masih bermain di kelas 17 detik. “Ini proyek yang sangat singkat. Kendala pertama check engine menyala dan di head unit keluar Cam Over Retard, karena menggunakan cylinder head 1NZ-FE yang lama, jadi posisi top berubah dan cam-sensor tidak di posisi yang benar,” jelasnya.

Toyota Yaris BLX Performance

Kendala kedua yaitu transmisi automatic. “Transmisi dari Toyota masih Old School, namun justru ini tantangan bagi kami, dan kami sudah menemukan solusinya untuk drag race berikutnya. Di luar negeri sana, banyak mobil bertenaga sangar baik yang menggunakan turbocharger maupun supercharger dengan transmisi automatic,” sambungnya lagi.

Toyota Yaris BLX Performance

Selain transmisi, Agung juga sudah menyiapkan resep baru untuk Toyota Yaris-nya. “Yang pasti mau meningkatkan boost pressure dari turbo juga. Namun tentunya internal harus diperkuat terlebih dahulu agar menunjang peningkatan boost pressure,” tutupnya.

Toyota Yaris BLX Performance

Spec :
Engine : Porting-Polish Head Cylinder With 3-angle Valve Job By BLX Performance, Brian Crower Valve Springs, Zage Turbo Kit, HKS SQV 4 Blow Off Valve, Weapon-R Air Intake, 1ZZ-FE Throttle Body, K&N Open Air Filter, CARSPEED Pro Power Coil Ignitions, NGK BKR Spark Plugs, DeatschWerks DW200 225 LPH Fuel Pump, 1ZZ-FE 220 cc Fuel Injectors, Fuel Injector Clinic 1.000 cc Extra Injector, Custom 2¼” Exhaust Piping, Fujitsubo Muffler, Dastek Unichip Q + Piggyback + i-Throttle + i-Drive + Turbo Module, Arospeed Racing Crankshaft Pulley, JASMA Oil Cooler, JASMA Automatic Oil Cooler, Mishimoto Oil Pump, MILITEC-1 Metal Conditioner, Samco Radiator Hose, TEGIWA Engine Torque Damper, TRD Oil Cap.
Wheel & Suspension : JDM 17” Rims, Toyo 215/45R17 Tires, Eibach Pro Series Lowering Kit, Custom Strut Bar + Under Brace + Middle Brace.
Interior : TRD Shift Knob, 2-din Touchscreen Head Unit With Android Jelly Bean + DashCommand Software + Torque Realtime Monitoring, Venom Speaker 2-way, Venom 12” Subwoofer, Venom 4-channel Power Amplifier.

Tuned by : BLX Performance, Jakarta Timur.

Teks/foto : daniel

KOMENTAR