Mazda Cosmo, Mobil Sport Dan Mesin 2 Rotor Pertama Mazda

Mazda Cosmo, Mobil Sport Dan Mesin 2 Rotor Pertama Mazda

Mobil sport asal Mazda seperti RX-7 atau RX-8 memang telah menjadi legenda, apalagi mesin Rotary-nya. Tetapi nyatanya, Mazda Cosmo merupakan mobil sport pertama yang dibuat Mazda, serta mesin 2 rotor yang pertama dipakai Mazda.

Tahun ini, Mazda Cosmo telah berumur 50 tahun, yang mana eksis dari tahun 1967 hingga 1996 dan memiliki 4 generasi. Mobil ini bisa dibilang sebagai mobil perkenalan Mazda yang menggunakan mesin Rotary. Jika di Jepang dinamakan Mazda Cosmo, di luar Jepang diberi nama Mazda 110S.

Mazda Cosmo

Dalam sejarahnya, Mazda Cosmo generasi pertama ini hanya diproduksi sebanyak 1.176 unit. Bukan varian khusus yang diproduksi terbatas, hal ini lantaran pandangan orang-orang terhadap merek Mazda pada saat itu.

Mazda Cosmo bisa dibilang cikal bakal mobil sport Mazda RX-7, hingga ke Mazda RX-8 yang menggunakan mesin Rotary. Namun mobil dengan mesin Rotary ini tidak diproduksi lagi oleh Mazda, karena permasalahan emisi maupun konsumsi bahan bakar, selain karena angka penjualan tidak memenuhi target. Mazda RX-8 terakhir diproduksi pada tahun 2012.

Mazda Cosmo

Emisi yang dihasilkan mesin Rotary sangat besar sehingga tidak bisa memenuhi standar regulasi Euro 5 maupun Euro 6. Selain itu, karena kapasitas silinder yang kecil namun bisa menghasilkan tenaga yang besar, mesin Rotary membutuhkan bahan bakar yang lebih banyak ketimbang mesin piston, alias boros bengsin.

Namun mesin berjenis Rotary sempat mengantarkan Mazda untuk menjuarai salah satu ajang balap paling bergengsi di dunia, 24 Hours of Le Mans pada tahun 1991. Saat itu mengandalkan Mazda 787B dengan mesin R26B yaitu 4 rotor 2.600 cc bertenaga lebih dari 700 HP.

Mazda 787B R26B 4-rotor 2.6L 24 Hours of Le Mans 1991

Belum ada pabrikan yang bisa mengatasi masalah emisi maupun konsumsi bahan bakar pada mesin Rotary ini. Andai pun ada, kemungkinan besar hanya pabrikan Mazda yang berpeluang besar untuk mengatasi semua permasalahan tersebut.

Sumber : autoevolution.

KOMENTAR