Klub Otomotif Dukung Program Tertib Yellow Box

Klub Otomotif Dukung Program Tertib Yellow Box

Lebih dari 25 klub otomotif di Jakarta akan meramaikan bulan Puasa dengan kegiatan sosial melalui program Tertib Yellow Box, yang kali ini turun ke jalan, ikut mengatur lalu lintas bersama polisi di yellow box yang ada di persimpangan jalan. Kesepakatan ini dilakukan melalui sebuah penandatanganan komitmen di IIMS 2016 booth Ikatan Motor Indonesia (IMI), Sabtu 16 April 2016.

Tertib Yellow Box adalah progam edukasi tertib di jalan raya, yang digagas Ikatan Motor Indonesia sebagai program keselamatan yang dijalankan pada tahun ini. Tertib Yellow Box merupakan bagian dari agenda besar Federation Internationale De L’Automobile (FIA), yang sejak tahun 2011 telah mendeklarasikan keselamatan global melalui kampanye FIA Action for Road Safety. Program ini dilaksanakan oleh seluruh badan-badan otomotif yang menjadi anggota FIA di seluruh dunia dan di Indonesia diwakili oleh IMI.

“Kami sangat berbesar hati bahwa keselamatan di jalan raya juga telah menjadi perhatian teman-teman dari klub-klub otomotif. Dengan keperdulian bersama dan keinginan yang kuat untuk bersama-sama meningkatkan keselamatan di jalan raya, kami percaya tingkat kecelakaan di Indonesia secara bersangsur-angsur dapat ditekan,” ujar Jeffrey JP, Sekjen PP IMI.

Edukasi dengan turun ke jalan di persimpangan yang ditandai dengan marka yellow box, menurut Jeffrey, memiliki arti strategis. Menurutnya, kecelakaan terjadi bukan karena pengguna jalan raya tidak mengetahui arti rambu dan marka, melainkan karena tidak taat dan tidak tertib, gemar menyerobot dan ingin menang sendiri.

Kondisi ini dengan mudah bisa dilihat di persimpangan jalan. Pengguna jalan yang bisa melaju dihadang oleh kendaraan dari arah lain yang sebetulnya tidak bisa jalan karena kemacetan pada arus yang dilalui, tetapi memaksakan diri untuk masuk ke persimpangan jalan. Hal ini yang menyebabkan persimpangan jalan sangat rawan kemacetan, padahal di persimpangan tersebut ada marka yellow box, yang berarti tidak boleh memasuki area kotak kuning itu apabila arus di depannya sedang mengalami kebuntuan.

Nantinya program ini ini akan mengedukasi pengemudi untuk tertib yellow box, yang diharapkan akan tertib pula di seluruh kondisi jalan yang dilalui. “Pada aksi simpatik ini, teman-teman dari klub otomotif juga akan mengingatkan pengemudi untuk selalu menggunakan sabuk keselamatan, penggunaan kursi bayi, helm dan larangan menggunakan telepon seluler,” kata Jeffrey JP.

KOMENTAR