Ismail Ekadana On 2016 ISSOM Rd.6 : So Much Drama

Ismail Ekadana On 2016 ISSOM Rd.6 : So Much Drama

Ajang balap bertajuk Indonesia Sentul Series of Motorsport kembali digelar di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor pada Minggu (13/11) lalu yang memasuki seri terakhir. Tentunya masing-masing pembalap, termasuk rekan kami Ismail Ekadana, mempersiapkan untuk seri pamungkas ini sebagai penentuan juara umum.

Ismail Ekadana ISSOM 2016 Sentul

Toyota Corolla DX yang ditenagai oleh mesin F20C bawaan Honda S2000-nya telah disempurnakan agar meraih hasil yang optimal. “Sedikit weight reduction, yaitu papas dudukan ban serep untuk perbaikan downforce dan aliran angin,” buka pria yang akrab disapa Ekadana ini.

Ismail Ekadana ISSOM 2016 Sentul

Karena tidak bisa meninggalkan pekerjaannya, Ekadana gagal ikut sesi tes Jumatnya, dan langsung kualifikasi Sabtunya. Diakui Corolla DX-nya mendapatkan tambahan top speed. “Kenaikan sekitar 6 km/jam, biasanya 194 km/jam, ini bisa 200 km/jam tercatat di aplikasi. Tapi sering loose grip, mungkin karena masih pakai ban seri sebelumnya,” jujur Ekadana.

Ismail Ekadana ISSOM 2016 Sentul

Kualifikasi balap Super Touring Car (STC) kelas Retro STC, Ekadana mengukir 1:53 detik dan menempati posisi 10, karena seri ke-6 ini digabung dengan Super Car Championship (SCC). “Sayang di Indonesia Retro Race (IRR) kelas Super Retro, hanya bisa 1 kali hotlap terbaik. Harus masuk pit karena hujan, ban yang saya pakai untuk kering. Padahal ingin pole position untuk tambahan 2 poin, karena seri terakhir ini penentuan juara umum Super Retro, saya hanya selisih 1 poin dengan rival saya. Waktu saya buruk 1:54 detik, start dari posisi ke-2 disini,” jelasnya.

Ismail Ekadana ISSOM 2016 Sentul

Kualifikasi berlalu, dan memasuki race day. Diawali balap STC, Ekadana sanggup membawa Corolla DX-nya melewati 4 mobil lainnya sesaat setelah balap dimulai. “Tapi ketika masuk tikungan pertama, sulit melawan mobil lain FWD dan 4WD, grip mereka lebih baik, yang akhirnya saya harus kehilangaan 2 posisi, menjadi posisi ke-8. Tapi di kelas Retro STC saya sudah berada di posisi ke-2,” kata Ekadana.

Ismail Ekadana ISSOM 2016 Sentul

Dijelaskan juga Ekadana ingin bermain aman untuk kebutuhan saat balap di IRR yang mana sebagai penentu juara umum. Safety car sempat masuk karena adanya insiden, membuat posisi Ekadana menjadi ke-6 overall.

Ismail Ekadana ISSOM 2016 Sentul

“Kayaknya kurang seru kalau main aman terus, jadi saya mendekat ke mobil depan. Akhirnya bisa melewati 1 mobil di tikungan ‘s kecil’, posisi naik ke-5 overall. Lalu melewati 1 mobil lagi di ‘s besar’ yang banyak penontonnya hehe. Jadi naik ke posisi 4, dan posisi 2 Retro STC hingga finish,” ucap Ekadana.

Ismail Ekadana ISSOM 2016 Sentul

Kemudian Ekadana hanya memiliki waktu yang sedikit untuk balap selanjutnya, yaitu IRR kelas Super Retro. Start dari posisi ke-2 sebenarnya merupakan peluang besar bagi pria berkacamata ini, karena cukup untuk melakukan start dengan baik agar bisa memimpin balapan.

Ismail Ekadana ISSOM 2016 Sentul

Sesaat start dimulai, Ekadana sanggup fight dengan rival-rivalnya dan mampu memimpin balapan meskipun sudah mulai turun hujan. Namun memasuki lap ke-2 terjadi insiden pada Corolla DX-nya, mengharuskan Ekadana tidak melanjutkan balap. “Kaca depan saya tiba-tiba pecah persis di straight line. Sampai sekarang belum tau persisnya kenapa,” bilangnya.

Ismail Ekadana ISSOM 2016 Sentul

Gelar juara umum Super Retro akhirnya tidak bisa digenggam Ekadana. “Alhamdulilah saya masih bisa mendapatkan runner up juara umum, karena poin saya belum terkejar oleh posisi 3 klasmen. So much drama, that’s race, many lesson learned. Terima kasih untuk ayah saya Mr. Budidana, istri saya Anita, dan sponsor,” tutupnya. KLIK DISINI YUKS untuk lihat video aksinya.

Ismail Ekadana ISSOM 2016 Sentul

KOMENTAR