Honda Jazz RS (GE8) : From Two-Wheel To Four-Wheel

Honda Jazz RS (GE8) : From Two-Wheel To Four-Wheel

Sebelum kami menjelaskan lebih dalam Honda Jazz RS GE8 ini, diharapkan tidak salah perspesi karena mobil ini tetap berpenggerak 2 roda di depan. Maksud kami di artikel ini, jadi abang kita bernama Dean Ardian Sihaloho ini dulunya punya hobi balap roda 2 saat masih di bangku SMP.

Honda Jazz RS GE8 Dean PKM Racing

“Dulu pas SMP hobi balap tapi motor bang,” buka Dean. Pria yang kuliah di kota Bandung ini sempat lari dari hobi balapnya tersebut, hingga awal-awal kuliah. “Pas kuliah dikasih Honda Jazz tapi dipake berdua abang gua. Nah pas dia udah punya mobil sendiri, akhirnya mobil ini gua yang pake sendiri,” lanjutnya.

Honda Jazz RS GE8 Dean PKM Racing

Setelah diberikan hak dan wewenang untuk menggunakannya, Dean pun iseng-iseng mampir ke bengkel PKM Racing untuk mengganti exhaust system agar tenaga Honda Jazz GE8-nya meningkat. “Dari situ mulai kena racun dan kompor. Akhirnya jadilah mesin di-porting polish untuk ikut drag race,” jelas Dean.

Honda Jazz RS GE8 Dean PKM Racing

Seiring berjalannya waktu, Honda Jazz RS yang berkelir putih ini terus diberikan sederet upgrade performance. Mesin bawaan berkode L15A tidak hanya di-porting polish, melainkan hingga pergantian camshaft hingga meningkatnya kompresi hingga angka 12:1.

Honda Jazz RS GE8 Dean PKM Racing

“Camshaft gue custom, durasinya kalau dihitung-hitung dengan kompresi bisa sampai 280 derajat pas lagi VTEC aktif. Sebenarnya gue maupun bengkel gak minta sampai tinggi gitu, tapi orang yang nge-custom bilang masih bisa,” kata Dean.

Honda Jazz RS GE8 Dean PKM Racing

Seluruh perubahan mesin Honda Jazz RS ini disesuaikan kembali melalui pemakaian piggyback Dastek Unichip, yang akhirnya dapat mengeluarkan output 175 HP dan 191 Nm. Output tetap dikirimkan ke roda depan, yang justru lebih kecil dibandingkan standar. “Ring lebih kecil, tapi lebih lebar. Jadinya traksi lebih bagus,” ucapnya.

Honda Jazz RS GE8 Dean PKM Racing

Karena dipakai harian, Dean enggan menelanjangi eksterior hingga interior saat balap. “Mobil ini sering banget bolak balik Bekasi-Bandung. Kalau balap, interior gak gue copot-copot karena ribet. Kompresi tinggi tetap aman dibawa jalan-jalan. Tapi wajar kalau boros bensin karena mesin kan gak standar lagi. Itupun kalau dipakenya ngebut, kalau santai saja sih tetep irit,” ungkap Dean.

Honda Jazz RS GE8 Dean PKM Racing

Honda Jazz RS GE8 Dean PKM Racing

Dean pun sudah beberapa kali menuntun Honda Jazz-nya ke ajang balap drag race. Belum lama ini mengikuti di Bandung dengan lintasan 201 meter dan meraih waktu terbaiknya 9,918 detik. “Di 402 meter 15,7 detik tapi itu dulu belum ganti camshaft bang,” jujur Dean.

Honda Jazz RS GE8 Dean PKM Racing

Untuk kedepannya, Dean masih penasaran dengan performa Honda Jazz RS-nya. “Sebenarnya pengen tau dulu best time di 402 meternya pas udah camshaft custom bang. Kalau untuk upgrade, mungkin hanya naikin lagi kompresi. Selebihnya gak ada,” tutupnya.

Dean’s Honda Jazz RS :
Porting-Polished Cylinder Head w/ 3-angle Valve Job, Custom Camshaft, ORD Exhaust System, K&N Replacement Air Filter, Dastek Unichip Q+ Piggyback w/ Dastek iDrive, Pivot Throttle Controller, Polyurethane Engine Mounting, Custom Clutch, GReddy Water Temp Gauge, Achilles 123S Tire, Custom Suspension.

Tuned by : PKM Racing.

KOMENTAR