BMW Indonesia Berpartisipasi Dalam Diskusi Perumusan Peta Jalan Industri Kendaraan

BMW Indonesia Berpartisipasi Dalam Diskusi Perumusan Peta Jalan Industri Kendaraan

BMW Group Indonesia menjalankan peran aktifnya dalam rangka Diskusi Perumusan Peta Jalan Industri Kendaraan terkait Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan Target Penurunan Gas Rumah Kaca (CO2). Perumusan peta jalan (roadmap) ini juga akan menyepakati target kuantiatif dari sektor Industri Otomotif hingga tahun 2030 dan faktor-faktor pendukungnya demi tercapainya target penurunan gas karbon dioksida (CO2) serta bauran energi seperti yang diamanatkan oleh Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

“BMW Group menaruh perhatian besar pada penurunan gas karbon dioksida kedepannya, termasuk di Indonesia. Dari tahun 1995 sampai 2015 BMW telah berhasil mengurangi kadar emisi CO2 dari penjualan kendaraan di Eropa hingga 40%, karenanya kami secara konsisten berada di puncak Dow Jones Sustainability Index selama 10 tahun berturut-turut. Kami yakin dengan berpartisipasi aktif dalam acara Focus Group Discussion (FGD) di Kementrian Perindustrian hari ini adalah wadah yang tepat bagi kami untuk berbagi praktik kegiatan kami di negara lain,” kata Jodie O’tania, Vice President Corporate Communications, BMW Group Indonesia.

BMW Group Indonesia mengapresiasi dan mendukung kemajuan industri alat transportasi dan komitmen Pemerintah Indonesia dan mengapresiasi upaya yang telah dibangun Kementerian Perindustrian bersama Institut Otomotif Indonesia (IOI) sejak tahun 2016, untuk melakukan menggagas kajian pengembangan Peta Jalan Industri Alat Transportasi Darat, khususnya industri Otomotif di Indonesia beserta kaitannya terhadap Kebijakan Energi Nasional dan target penurunan GRK.

Diharapkan, Peta Jalan ini nantinya akan menjadi pegangan pihak terkait dalam menjalankan program-program kedepan yang akan mendukung ketercapain bauran energi sesuai dengan amanat Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) serta sekaligus pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 29% di tahun 2030. Topik lain yang tidak kalah pentingnya dalam FDG hari ini adalah pengaruh komposisi kendaraan yang beroperasi di seluruh Indonesia.

Tami Notohutomo, Product Planning Manager, BMW Group Indonesia yang menjadi pembicara pada FGD ini juga memberikan penjelasan mendalam akan dampak eMobility terhadap berkurangnya emisi CO2 secara global. “BMW Group memiliki visi untuk menciptakan produk ramah lingkungan, dimana konsep BMW EfficientDynamics sudah diterapkan secara bertahap sejak tahun 2001. Untuk itu kami berkomitmen untuk dapat menjadi rekan pemerintah dalam perumusan peta jalan industri ini,“ katanya.

KOMENTAR