3 Tim Indonesia Berjaya Di Ajang Drivers’ World Championship Asia

3 Tim Indonesia Berjaya Di Ajang Drivers’ World Championship Asia

Festival Make The Future Asia di Singapura pada Minggu (11/3) ditutup dengan menobatkan gelar pengemudi tercepat dan hemat energi di Asia kepada tim Semar Urban UGM (Universitas Gadjah Mada). Tempat kedua dan ketiga diduduki oleh ITS Team 2 (Institut Teknologi Sepuluh Nopember), Garuda UNY ECO TEAM (Universitas Negeri Yogyakarta).

Tim Semar Urban UGM Indonesia yang mengendarai mobil Semar Urban 3.0 dan dikendarai oleh Tito Setyadi Wiguna akhirnya berhasil mencapai finish pertama dengan jumlah bahan bakar yang tersisa 0,9%. Disusul oleh ITS Team 2 dengan pengemudi Muhammad Hafiz Habibi dan Garuda UNY Eco Team dengan Fauzi Achmad Prapsita sebagai pengemudi.

Ketiga tim Indonesia ini siap bersaing dengan tim dari Amerika dan Eropa di kompetisi adu cepat mobil hemat energi di Drivers’ World Championship (DWC) Final di London, 8 Juli mendatang. Pemenang DWC Global akan mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi markas Scuderia Ferrari, yang akan menjadi sebuah pengalaman berharga sekali seumur hidup.

DWC Asia diikuti 7 tim, termasuk 5 tim dari Indonesia. Tim yang masuk lomba DWC Asia harus berjuang menyelesaikan 9 putaran dalam cuaca panas di Changi Exhibition Center, Singapura untuk memperebutkan gelar juara pengemudi terhandal yang paling efisien dalam berkendara.

Masing-masing peserta berusaha menampilkan pencapaian terbaik, hingga pada akhirnya urutan satu hingga lima ditempati oleh tim Indonesia, dua tim lainnya harus terhenti dan tidak dapat melanjutkan race.

“Selamat kepada 3 tim Indonesia yang berhasil menjadikan All Indonesian Team sebagai juara di DWC Asia. Bukti nyata dan inspiratif bahwa anak-anak muda Indonesia memiliki talenta dan kemampuan yang sangat kompetitif tidak hanya di regional, tetapi juga di tingkat global,” kata Darwin Silalahi, Country Chairman dan President Director PT Shell Indonesia.

Darwin menambahkan, sumber daya manusia yang resilient, inovatif, dan mampu berkompetisi di ajang global menjadi modal untuk menjadi pemenang di era revolusi industri 4.0. Dari kunjungannya ke paddocks para tim mahasiswa di festival Make The Future 2018, Darwin menyebutkan bahwa para mahasiswa itu sudah memperlihatkan kualitas tersebut.

Sementara itu, Tito Setyadi, pengendara Tim Semar Urban UGM dengan wajah senang dan haru mengatakan, “Kemenangan ini sungguh luar biasa buat saya dan tim. Kami tak hentinya-hentinya mengucapkan syukur pada Allah SWT atas pencapaian ini. Saya tidak percaya dapat memenangkannya – kerja keras selama berbulan-bulan akhirnya telah membuahkan hasil.”

“Kami berpikir keras untuk menghasilkan sesuatu yang dapat membuat kecepatan dan efisiensi energi menjadi seimbang, sesuai dengan rata-rata tuntutan para pengemudi di jalan, dan kami merasa senang dapat mencapainya,” katanya lagi.

“Drivers’ World Championship menuntut yang terbaik dalam teknologi otomotif dan inovasi untuk menekan batasan efisiensi energi. Berbagai keahlian dan strategi dalam menangani kendaraan dan mengatur efisiensi bahan bakar merupakan keharusan guna membantu tim menjadi yang pertama dalam mencapai garis finis,” kata Norman Koch, Shell Eco-marathon General Manager.

Penghargaan Kategori Prototype

Selain Drivers’ World Championship, ajang Shell Eco-marathon Asia 2018 juga mengumumkan para pemenang kategori Prototype. Rekor jarak tempuh terbaik untuk kategori ini adalah 2,341.1 km/l oleh Panjavidhya1 dari Panjavidhya Technological College (Thailand). Catatan ini memecahkan rekor tahun lahu 2,288.9 km/l. Para pemenang lain untuk kompetisi Prototype diantaranya Team HuaQi-EV dari Guangzhou College of South China University of Technology (China) dengan hasil 511.0 km/kWh di kategori Battery Electric, dan tim TP ECO FLASH dari Temasek Polytechnic (Singapore) dengan hasil of 404.3 km/m3 di kategori Hydrogen

Penghargaan Off-Track

Selain penghargaan On-Track, ajang ini memberikan lima penghargaan Off-Track kepada tim-tim mahasiswa untuk keahlian teknis dan kreatif mereka yang luar biasa, serta pendekatan yang mereka gunakan untuk sektor keamanan dan keberlanjutan. Kategori ini mencakup, Desain Kendaraan (Vehicle Design), Inovasi Teknis (Technical Innovation), Keamanan (Safety), Komunikasi dan Kegigihan (Communications and Perseverance) dan Semangat dalam Acara (Spirit of Event).

GARUDA UNY ECO TEAM dari Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia, mendapat penghargaan Safety Award untuk desain UrbanConcept car.

EnduroKiwis from University of Canterbury, New Zealand, mendapat penfhargaan Technical Innovation Award untuk mesin 3D-printed titanium yang merupakan desain mobil UrbanConcept.

NUST Eco-motive dari National University of Sciences and Technology, Pakistan, memenangkan penghargaan ‘Perseverance and Spirit’ (Kegigihan dan Semangat).

KOMENTAR