ROCKFORD FOSGATE
Reverb Acoustic
AutoPro

Toyota Starlet (EP81) : From Zero To Hero

Toyota Starlet (EP81) : From Zero To Hero

Jakarta, BosMobil.com – Pastinya miris jika melihat mobil yang memiliki potensi pada performanya dibiarkan tidak terawat. Tidak bisa menyalahkan pemiliknya juga, karena pastinya terdapat beribu alasan. Reiner Edwin pun akhirnya meminang Toyota Starlet (EP81) ini.

“Gue hanya suka 2 mobil, yaitu Mitsubishi Lancer dan Toyota Starlet, dan sebelumnya pake Lancer GTi (CB5). Kebetulan sedang ke luar kota tahun kemaren, gue liat Toyota Starlet ini dijual di pinggir jalan dengan harga bersahabat. Coba gua tawar lagi harganya, akhirnya dikasih,” buka Edwin.

Toyota-Starlet-Edwin-2

Saat dibeli, Toyota Starlet berwarna oranye ini memang sudah dikonversi menjadi varian Starlet GT Turbo mulai bodi 3-door hatchback-nya, hingga mesinnya. “Bodi mulus, tapi selain itu kondisinya gak layak. Contoh pas pertama gue bawa jalan ke Jakarta, tiba-tiba remnya bermasalah,” kenangnya.

Toyota-Starlet-Edwin-3

Bagian lain yang mengenaskan adalah kaki-kaki, interior, diikuti mesin. Namun Edwin sudah membulatkan tekadnya ingin membuat Starlet ini seperti ‘Toyota Starlet’. From Zero To Hero… Pelan-pelan Edwin merapihkan bagian-bagian yang tidak bagus tersebut.

Toyota-Starlet-Edwin-4

Lantaran memang masih bagus, eksterior yang sudah berpenampilan ala Starlet GT Turbo tidak disentuh oleh Edwin. Namun velg yang tadinya tidak 1 tema dengan mobil akhirnya diganti dengan Sparco Crimson, yang dirasa sangat cocok oleh Edwin untuk Starlet-nya.

Toyota-Starlet-Edwin-5

Kabin yang tadinya lengkap, justru dibuat semi terondol. “Jok belakang dicopot. Pikir gue kan mobil kecil begini hehehe,” canda Edwin. Lalu jok depan Starlet-nya yang sudah pakai model Bride, ditambahkan harness dari Sabelt. Mengisi kekosongan, di bagian belakang ditambahkan strut bar.

Toyota-Starlet-Edwin-6

Toyota-Starlet-Edwin-7

Mesin 4E-FTE berkapasitas 1.300 komplit turbo sudah menempel di Toyota Starlet milik Edwin dan masih sehat. Namun terpaksa harus diturunkan untuk membersihkan ruang mesin yang kotor. Tentu saja mesin bertenaga besar namun engine bay kotor akan merendahkan mobil itu sendiri.

Toyota-Starlet-Edwin-8

Melalui workshop 703 Engineering, performa Starlet-nya ditingkatkan melalui pergantian intercooler ke standar ke bagian depan, dengan istilah front mount intercooler, untuk memaksimalkan pendinginan angin dari turbo. Oleh Bejo sebagai tuner, boost pressure juga ditingkatkan menjadi 0,8 bar.

Toyota-Starlet-Edwin-9

Tidak dijelaskan mengenai peningkatan tenaga, karena Starlet-nya memang belum pernah mengikuti sesi dyno. Namun diyakinkan lebih bertenaga dibandingkan sebelumnya. “Mau coba ikut Sentul D2 Drag Race seri ke-2. Mau ganti turbo juga, targetnya main di kelas 15 detik,” ungkapnya.

Toyota Starlet Turbo

Diluar target performanya, namun yang pasti jika sebelumnya berkondisi mengenaskan, oleh Edwin sudah dikembalikan seperti sepantasnya ‘Toyota Starlet’. Mantab bro…

Edwin’s Toyota Starlet :
4E-FTE Engine, CT09 Turbo w/ Internal Wastegate, Front Mount Intercooler, HKS SSQV1 Blow Off Valve, A’PEXi Air Filter, Defi Boost Controller, Blitz Turbo Timer, Sparco Crimson Rims, GT Radial Champiro SX2 Tires, Ultra Racing Front Strut Bar, Qplus Rear Strut Bar, Rep TRD Steering Wheel, Rep Bride Front Seats, Sabelt Harnesses.

Tuned by : 703 Engineering, Jakarta.

 

Teks/foto : daniel

KOMENTAR

Musical Auto Sound
Car Audio Spesialis