Toyota Celica (ST202) : Jatuh Cinta Setelah Jadian

Toyota Celica (ST202) : Jatuh Cinta Setelah Jadian

‘Jadian’ sebelum jatuh cinta adalah hal yang wajar. Pada jaman keemasannya, Toyota Celica terkenal dengan mobil yang berjaya di dunia balap rally. Namun pria yang sebut saja Mr. X selaku pemilik Toyota Celica generasi ke-6 ini justru tidak mengenal lebih dalam mengenai Celica.

Toyota Celica ST202 Indonesia

“Di keluarga kami memang hobi memelihara mobil yang jarang ada di jalan raya, tapi yang jadul-jadul. Untuk Toyota Celica ini sebenarnya bukan target kami. Jadi ada yang jual, dan kami lihat desainnya bagus, akhirnya kami beli dan bangun pelan-pelan,” jelas Mr. X.

Toyota Celica ST202 Indonesia

Syarat Mr. X terhadap mobil bekas yang akan dibeli adalah interiornya yang berkondisi baik. “Kalau yang lain bisa diperbaiki, tapi kalau interior pasti susah dikembalikan seperti semula. Untuk eksterior Toyota Celica ini membutuhkan perbaikan,” ungkapnya.

Toyota Celica ST202 Indonesia

Secara perlahan, Mr. X melakukan perbaikan pada eksterior Toyota Celica-nya. “Dulu kaca belakangnya sudah pecah, dan ternyata menyatu dengan pintu bagasi. Akhirnya cari di luar negeri, justru dapet pintu bagasi dengan wing versi TRD. Ya lumayan banget lah,” jujur Mr. X.

Toyota Celica ST202 Indonesia

Kemudian Mr. X mempelajari lebih lanjut mengenai Toyota Celica terutama saat mengganti velg-nya. Setelah melihat berbagai sumber, doi menetapkan pilihannya pada velg TRD T3 yang berkelir silver, dipadukan polish di bibir velg-nya. Tampilan lebih oke karena ground clearance berkurang berkat suspensi coilover Tein, selain juga meningkatkan pengendalian.

Toyota Celica ST202 Indonesia

Mesin merupakan bagian penting mobil sports car. Namun untuk Toyota Celica milik Mr. X ini terbekali mesin 3S-FE yaitu 2.0L tanpa turbo. “Kami hanya mengoptimalkan melalui pergantian pipa knalpot. Tapi suatu hari saat sedang ngebut, tiba-tiba disalip Porsche. Nah sakit hati kan tuh,” tuturnya sambil tertawa.

Toyota Celica ST202 Indonesia

Selidik punya selidik, Mr. X menemukan informasi jika Toyota Celica memiliki varian GT-Four dengan mesin turbo. “Dan bengkel menawarkan untuk mengganti mesin dengan 3S-GTE turbo lengkap semuanya. Akhirnya kami setuju untuk engine swap,” bilang Mr. X. Mesin tersebut dibongkar secara keseluruhan agar memastikan dalam keadaan sehat.

Toyota Celica ST202 Indonesia

“Karena intercooler di atas mesin, kami ganti kap mesin Celica GT-Four. Untuk mesinnya sendiri, kami biarkan standar, karena digunakan untuk jalan-jalan,” jelasnya. Tenaga pun sudah dipastikan kisaran 260 HP. “Hanya saja kopling kami ganti pakai TRD supaya tenaga tidak terbuang. Tapi karena versi kompetisi, konsekuensi pedal kopling jadi berat,” katanya.

Toyota Celica ST202 Indonesia

Karena interior Toyota Celica-nya masih berkondisi bagus, Mr. X tidak melakukan treatment yang radikal. “Paling instrument cluster-nya, karena untuk Celica GT-Four ada indikator turbo-nya. Kami cari di luar negeri, dan akhirnya dapat, langsung plug and play,” ungkap Mr. X.

Toyota Celica ST202 Indonesia

Toyota Celica ST202 Indonesia

Hasilnya, Mr. X jatuh cinta pada Toyota Celica-nya setelah ‘jadian’. “Bener mas, selain juga sudah dibangun pelan-pelan,” ucapnya. “Paling ke depannya mau upgrade rem, supaya meningkatkan sisi safety-nya,” tutup Mr. X.

Toyota Celica ST202 Indonesia

Spec :
3S-GTE Engine, OEM Celica GT-Four Engine Hood, TRD Competition Clutch Set, TRD Rear Wing, TRD Shiftknob, Volk Rays TRD T3 18″ Rims, Tein Coilover Suspension, GReddy Turbo Timer.

KOMENTAR