ROCKFORD FOSGATE
Reverb Acoustic
AutoPro

Subaru WRX STI Spec C (GVB) : Because It’s Spec C

Subaru WRX STI Spec C (GVB) : Because It’s Spec C

Bagi beberapa orang pehobi kecepatan, Subaru WRX STI menjadi opsi lain. Disamping tampilannya yang ‘gahar’ ala Subaru, mesin boxer-nya menjadi salah satu alasan. Apalagi saat berakselerasi, meski sama-sama 4 piston, tapi suara yang dihasilkan dari mesin memiliki ciri khas tersendiri.

Subaru WRX STI Spec C GVB

Namun yang dimiliki Jason bukanlah WRX STI apa adanya, melainkan Subaru WRX STI Spec C. “Dulu dari Civic, ada pilihan ganti ke Evo (Lancer Evolution) atau Subaru WRX STI. Tapi kalau model lebih demen Subaru, dan Spec C emang gue nyari banget. Kalau bukan Spec C, mungkin gue ga beli,” buka Jason.

Subaru WRX STI Spec C GVB

Subaru WRX STI Spec C memang spesial, karena selain diproduksi sangat sedikit dan hanya untuk pasar Jepang, Subaru Impreza generasi ke-3 dengan sasis GVB ini dibuat lebih powerful ketimbang WRX STI biasa dari segi mesin. Kemudian handling juga di-upgrade, serta penggunaan bahan yang lebih ringan seperti kap mesin dari aluminium.

Subaru WRX STI Spec C GVB

Berbicara modifikasi, bang Jason yang hobi kecepatan ini tidak mau muluk-muluk untuk Subaru WRX STC Spec C-nya. “Konsepnya street performance, tapi gue gak mau lebay untuk tampilannya, jadinya lebih ke sleeper,” tuturnya. Makanya Jason tetap mempertahankan tampilan standar dari Spec C-nya.

Subaru WRX STI Spec C GVB

Jantung utama Subaru WRX STI Spec C memang hanya dibekali mesin berkapasitas 2.000 cc. “Turbo-nya beda, jadi tenaganya lebih besar, dan internalnya lebih kuat dibanding versi 2.500 cc-nya,” jelasnya. Untuk hal ini, Jason hanya mengganti sedikit performance parts saja.

Subaru WRX STI Spec C GVB

Mesin EJ207 hanya dimaksimalkan saja oleh Jason, seperti intake maupun exhaust system-nya. “Gue memaksimalkan apa yang bisa dimaksimalkan tanpa merubah mesin, dan gak mau ngeganggu standarnya,” ungkap Jason.

Subaru WRX STI Spec C GVB

Performa Subaru WRX STI Spec C-nya kemudian dimaksimalkan di bagian kaki-kaki, dimana Jason cukup mengganti velg bawaan dengan Volk Rays RE30 berdimensin 18×8,5 inci selain juga meningkatkan tampilan mobilnya. Sektor kaki-kaki juga disempurnakan melalui penggunaan coilover. Namun rem masih dipertahankan, mengingat kalipernya sudah 6-pot.

Subaru WRX STI Spec C GVB

Subaru WRX STI Spec C GVB

Di interior-nya, Jason tetap mempertahankan kondisi OEM dari Subaru WRX STI Spec C-nya. Hanya saja doi menambahkan head unit untuk mendengarkan musik, karena dari pabriknya tidak diberikan head unit. Selain itu juga ditambahkan display gauge lansiran Blitz untuk menampilkan beragam informasi tambahan kondisi mesinnya.

Subaru WRX STI Spec C GVB

 

Subaru WRX STI Spec C GVB

Tenaga standar Subaru WRX STI Spec C adalah sekitar 308 HP. Namun dengan ubahan tersebut, Jason mengaku belum mengetahui kenaikan tenaganya. “Kalau kata temen-temen gue, ada yang bilang sudah 370 HP, atau ada yang bilang hampir ke 400 HP,” jelasnya.

Subaru WRX STI Spec C GVB

Hobi ngebut bukan berarti rajin ikut balap, karena Jason mau menjaga Subaru WRX STI Spec C-nya. “Mobil ini dipake kalau ada morning run atau kumpul sama temen-temen saja, soalnya koplingnya keras banget. Top speed gue sendiri pernah 210 km/jam, tapi itu masih enteng. Kedepannya mau ganti radiator sama front mount intercooler, biar lebih maksimal lagi performanya. Barangnya udah mau nyampe,” tutup Jason.

Subaru WRX STI Spec C GVB

Jason’s Subaru WRX STI Spec C :
Tomei Header & Downpipe, Invidia Q300 Catback, Perrin Performance Intake, HKS SSQV IV BOV, ATI Super Damper Pulley, NGK Iridium IX Spark Plugs, Haltech ECU, Ogura Stage 2 Twin Plate Clutch, Volk Rays RE30 18×8,5” ET30 Wheels, Bridgestone Potenza RE070 245/40 Tires, Volk Rays Lug Nuts, Yellow Speed Racing Dynamic Pro Sport Coilover Suspension, Cusco Front & Rear Strut Bars, Blitz Display Gauge.

KOMENTAR

Musical Auto Sound
Car Audio Spesialis