Subaru WRX STi (GVF) : Innocent Minded

Subaru WRX STi (GVF) : Innocent Minded

Jika di suatu event balap seperti drag race, mobil-mobil yang bersaing di kelas paling kencang atau Free For All (FFA) biasanya berpenampilan nyentrik. Tujuannya? Sudah pasti agar menarik perhatian orang banyak. Tidak demikian bagi Billy Perdana di Subaru WRX STi-nya.

Subaru WRX STi GVF

Tampil apa adanya, seperti layaknya mobil standar pabrik. Bisa dilihat dari kap mesin yang masih ada ‘corong’-nya, pintu mulus, dan lainnya yang masih bawaan Subaru WRX STi. Memang benar intercooler dipindahkan ke bemper, namun hanya sebatas itu saja.

Subaru WRX STi GVF

“Gak suka bang kalau macem-macem tampilannya, biar biasa aja dan gak galak. Tapi bisa lari kencang, jadi ibaratnya sleeper,” ungkap Billy. Dibalik tampang tak berdosanya ini, Billy sudah melakukan sejumlah ubahan di WRX STi-nya agar bisa bertarung di kelas FFA. “Ini mobil dipakai jalan-jalan kok, makanya semua bodi sama interior standar,” sambungnya.

Subaru WRX STi GVF

Sudah berencana ganti turbo yang lebih besar, mesin boxer EJ257-nya diperkuat terlebih dahulu. “Blok diganti closed deck supaya bisa di-boost tinggi,” kata pria yang tinggal di Pekanbaru ini. Kemudian internal mesin Subaru WRX STi juga diganti, seperti piston, setang piston, crankshaft, hingga camshaft.

Subaru WRX STi GVF

Turbo yang disematkan di mesin WRX STi GVF-nya adalah Owen Developments GT3588, yang ukurannya diakui masih sopan. “Turbo ini memang untuk competition, tapi tetap bisa dipakai jalan-jalan santai,” bilang Billy.

Subaru WRX STi GVF

Karena boost ingin disetel tinggi, turbo tersebut ditemani dengan 2 unit wastegate dari TiAL. Bagian lainnya menyesuaikan, mulai injector 1.000 cc, pipa-pipa turbo, intercooler yang dipindah kedepan, hingga akhirnya secara keseluruhan dikomandoi oleh MicroTech.

Subaru WRX STi GVF

Roda bawaan Subaru WRX STi terpaksa dipensiunkan, gantinya adalah kombinasi Volk Rays CE28 dan Nitto untuk memperoleh traksi yang lebih baik. Sementara transmisi masih menggunakan aslinya, hanya saja kupling diganti untuk mengurangi power loss.

Subaru WRX STi GVF

Seperti yang dijelaskan di awal artikel, bahwa Billy tidak berpikiran untuk mengganti body parts yang lebih ringan untuk membantu akselerasi saat drag race, demikian interior Subaru WRX STi-nya masih lengkap terpasang. “Kan konsepnya street performance bang,” tambah pria berkacamata ini.

Subaru WRX STi GVF

Subaru WRX STi GVF

Subaru WRX STi GVF

Tenaga yang dimiliki Subaru WRX STi Billy adalah 650 HP on engine, dengan boost pressure sebesar 2 bar. Di Sentul Drag Race, mubil-nya meraih best time 11,5 detik. “Sebenarnya masih kendala di transmisi, karena kalau sudah lebih dari 7.000 RPM, pasti gigi susah masuk,” jelas Billy.

Subaru WRX STi GVF

Subaru WRX STi GVF

Namun doi sudah memiliki rencana di WRX STi biru miliknya, yaitu ganti transmisi. “Keadaan seperti itu tapi bisa konstan 11,5 detik. Harapan saya kalau sudah ganti transmisi, bisa masuk ke 10 detik, paling tidak lebih cepat pemegang rekor Subaru tercepat, yaitu 10,8 detik. Doain ya bang,” tutup Billy. Siap bang…

Subaru WRX STi GVF

Billy’s Subaru WRX STi :
Closed Deck Engine, HKS Billet Crankshaft, CP Pistons, BC Connecting Rods, ACL Race Bearings, Jun Auto Camshaft, Supertech Valves, BC Valve Springs, BC Camgears, Gates Corporation Timing Belts, Cometic Head Gasket, Owen Developments GT3588 Turbo, TiAL Wastegates, TiAL BOV, Custom Front Mount Intercooler, Custom Reversed Intake Manifold, Tomei Titanium Exhaust System, DeatschWerks 1.000 cc Injectors, Bosch External Fuel Pump, DK Surge Tank, MicroTech LT12s ECU, ATS Carbon Triple Plate Clutch, AEM WMI, Mishimoto Radiator, Mishimoto Oil Cooler, Perrin Hoses, Turbosmart Boost Controller, Volk Rays CE28N 18×8,5” ET30 Wheels, Nitto Tires, BLITZ Damper ZZ Coilover Suspension, Alcon 6-pot Brake Calipers, Crescent Moon Rotors.

Tuned by : Boost Factory Indonesia.

KOMENTAR