Subaru WRX (GDB-F) : Optimalize For Driveability

Subaru WRX (GDB-F) : Optimalize For Driveability

Sudah lazimnya punya mobil berperforma tinggi, langkah modifikasinya adalah meningkatkan performa itu sendiri, seperti contohnya meningkatkan tenaga mesin. Tentunya langkah tersebut memiliki sederet alasan. Tapi kalau Subaru WRX ini memiliki langkah yang lain dalam hal modifikasinya.

Subaru WRX GDB-F

“Bagaimana mobil ini masih tetap bisa dipakai harian tanpa menyusahkan, macet-macetan tanpa overheat, tapi performa diatasnya standar,” buka Ida Bagus Adhi, pemilik Subaru WRX produksi tahun 2006 ini. “Power besar-besar tapi driveability-nya berkurang, untuk apa?” sambungnya.

Subaru WRX GDB-F

Makanya pria asal Bali yang akrab disapa Adhi ini hanya mengoptimalisasi performa mobilnya saja. Saat sesi wawancara, Adhi pun menjelaskan jika Subaru WRX ber-platform GDB-F miliknya digunakan layaknya ‘mobil’ yang anda lihat di jalan raya. Namun dibalik itu semua, Adhi juga mengikutsertakan Subaru WRX-nya untuk track day.

Subaru WRX GDB-F

Meskipun Subaru WRX, tetap dibekali mesin yang bisa diandalkan, EJ255 boxer andalan Subaru berkapasitas 2.500 cc. Adhi pun mengganti internalnya, seperti piston, setang piston dan lainnya. Namun turbo tetap menggunakan bawaan mobil Fuji Heavy Industries tersebut. Tenaga bukan berarti standar pabrik, tetapi dioptimalkan melalui exhaust system.

Subaru WRX GDB-F

“Header ganti Tomei yang equal length, jadi suara boxer rumble-nya hilang,” jujur Adhi. Kemudian intercooler kini dipindahkan ke depan. “Agar lebih optimal, dan kalau saat macet, panas di engine bay lebih cepat keluar,” katanya. Otak mesin ditemani Haltech, dan saat dyno test, Subaru WRX-nya mencetak angka 204 WHP. “Aslinya 1 bar, tapi boost saya minta turunkan menjadi 0,8 bar. Tenaga naik karena header jenis equal length itu,” katanya lagi.

Subaru WRX GDB-F

Tenaga tersebut dikirimkan ke transmisi bawaan 5-speed lengkap dengan all-wheel drive-nya. Untuk kaki-kakinya sudah menggunakan velg Prodrive, suspensi coilover dari Tein, hingga strutbar Cusco. Namun rem tetap mengandalkan bawaan Subaru WRX karena diakui Adhi masih cukup mumpuni.

Subaru WRX GDB-F

Subaru WRX GDB-F

Sementara untuk bagian eksterior, Adhi hanya melengkapi beberapa perangkat saja untuk membuat tampilan lebih asoy. Demikian juga di interior hanya penambahan indikator-indikator untuk mengetahui kondisi seputar mesin maupun turbo. “Pernah kejadian boost creep sampai 1,4 bar, kalau tidak ada indikator ini mungkin sudah beda ceritanya sekarang,” candanya.

Subaru WRX GDB-F

Dengan begitu, Adhi tetap enjoy mengendarai Subaru WRX-nya untuk kebutuhan sehari-hari, apalagi hobi track day bisa terpenuhi. “Justru seneng banget kalau lagi track day, karena mobil performanya bisa dinikmati,” ungkapnya.

Subaru WRX GDB-F

“Sebenarnya untuk mesin, sudah siap ganti turbo agar boost bisa besar, tapi pastinya akan merembet kemana-mana. Contohnya mesti ganti transmisi bawaan Subaru WRX STI, dari situ merembet lagi hahaha,” tutupnya.

Adhi’s Subaru WRX :
EJ255 Sleeved Block, CP Pistons, Tomei Connecting Rods, ACL Bearings, Tomei Egual Length, Custom 3” Exhaust Pipe, ARC Front Mount Intercooler, Haltech PS500 EMS, Haltech Device 8 Emulator, Tomei Oil Control Sump Baffle, Dual Oil Catch Can, Turbosmart Boost Controller, Prodrive GC-010E 17” Wheels, Tein Coilover Suspension, Cusco Front Strut Bar w/ Brake Cylinder Stopper, OEM Lips Bumper, OEM Side Skirts, Rear Tow Bar, Zero Sport Gauge Pod, Defi EGT-Oil Press-Boost Gauges, Head Up Display.

KOMENTAR

Musical Auto Sound
Car Audio Spesialis