ROCKFORD FOSGATE
Reverb Acoustic
AutoPro

Mini Cooper (Mk VI) : Old Cars Enthusiast

Mini Cooper (Mk VI) : Old Cars Enthusiast

Wahyu Cimoh selaku pemilik Mini Cooper ini beda dengan orang lain. Dirinya lebih tertarik dengan mobil-mobil keluaran lawas sebagai mobilitasnya. “Dulu pernah pakai mobil baru, tapi feel-nya tidak dapat,” bukanya.

Rover Mini Cooper Mk VI

Hal ini juga terlihat jika Cimoh (sapaan akrabnya) memiliki Datsun P510 yang sempat dimuat di BosMobil.com . “Dulunya pakai motor, tapi sekarang diharuskan pakai mobil. Setelah konsultasi dengan teman untuk mobil harian, akhirnya terbesit bangun city car jaman dulu,” lanjutnya.

Rover Mini Cooper Mk VI

Yess, Mini Cooper memang dilahirkan sebagai mobil berjenis city car. “Alhamdulilah ada yang jual Mini Cooper rakitan Rover Group tahun 1995. Harga tidak masalah, yang penting kondisi bodinya masih oke,” jelas Cimoh.

Rover Mini Cooper Mk VI

Perlahan-lahan, doi melengkapi bagian-bagian yang hilang terutama di bagian eksterior. Karena Cooper Mk VI tidak diproduksi lagi, maka ada beberapa perintilan yang sulit didapat. Solusinya menerapkan langkah substitusi. “Contohnya door handle, akhirnya pakai yang keluaran 1961,” kata Cimoh.

Rover Mini Cooper Mk VI

Tidak lupa doski mensematkan sliding ragtop di atapnya seperti Mini Cooper di luar negeri. “Nah sebenarnya udah jadi dan rapih semua, tapi tiba-tiba teman menawarkan ragtop. Tanpa pikir akhirnya beli dan terpaksa masuk bengkel lagi. Proses instalasinya harus presisi biar tidak bocor kalau hujan,” jelas pria yang memilih warna merah pada Mini Cooper-nya ini.

Rover Mini Cooper Mk VI

Proses restorasi berlanjut ke bagian interior. Sebut saja dashboard, lingkar kemudi, jok, doortrim, dan lainnya yang secara keseluruhan Cimoh harus bersabar untuk mendapatkannya. “Prosesnya sampai 3 tahunan om, karena susah cari perintilannya ini,” ceritanya.

Rover Mini Cooper Mk VI

Berhubung cinta kecepatan, mesin menjadi perhatian utama untuk Mini Cooper-nya. Jika buka kap motor, akan terlihat mesin Toyota 4E-FTE yang aslinya milik Starlet GT. “Tadinya kepikiran SR20DET, tapi takut over power, karena ini dipakai sehari-hari. Dan juga sparepart 4E-FTE tidak pusing kalau di Indonesia,” ucap Cimoh.

Rover Mini Cooper Mk VI

Pemasangan ke engine bay Mini Cooper-nya harus mengorbankan beberapa bagian di sasis. Tidak hanya itu, turbo bawaan 4E-FTE diganti dari Garrett yang ukurannya lebih besar, diikuti turbo manifold berikut piping-nya. “Turbo aslinya bermasalah, jadi diganti. Belum pernah dyno test, mungkin tenaga sekitar 150-160 HP,” ungkapnya.

Rover Mini Cooper Mk VI

Tenaga dihubungkan ke transmisi manual, dan roda yang merupakan velg Challenger berukuran 13 inci. Mobil keenttjjaang tentunya harus diimbangi pada bagian kaki-kaki. Makanya oleh Cimoh, seluruh sistem pengereman juga di-upgrade. “Semua kaki-kakinya, termasuk rem cakram depan belakang dari Starlet GT,” tuturnya.

Rover Mini Cooper Mk VI

Dipakai harian enak, ngebut juga oke. “Untuk Mini Cooper ini cukup dulu, sedang ada proyek lain hehehe. Tapi kepikiran juga mau ganti mesin B16A (Honda), karena di luar negeri banyak yang pakai. Kayaknya lebih smooth dan bertenaga,” tutup Cimoh.

Rover Mini Cooper Mk VI

KOMENTAR

Musical Auto Sound
Car Audio Spesialis