From Zero To Hero - Modifikasi Suzuki Aerio SQ Bronson Audio

Posted: 14 April 2011 Viewed 16,247 times

"Terlepas dari pemilihan komponen instalasi berkualitas, salah satu faktor lainya yang juga cukup signifikan untuk mendapatkan hasil kualitas suara yang mempuni adalah pemilihan mobil yang tepat,...."

Modifikasi Suzuki AerioDi garap dari “0” alias benar-benar dari awal yang memang dipersiapkan khusus untuk bermain dikontes modifikaasi audio Sound Quality atau SQ , maka Suzuki Aerio lansiran 2003 hasil garapan Bronson Audio ini pun telah membuktikan kualitas dan performa terbaiknya di kelas 30 juta dalam kontes Audio Mobil Sound Contest beberapa waktu lalu di Jakarta. Selain itu, ia pun masih masuk dalam nominasi harapan 1 di beberapa kelas lainya.

Tak banyak memang yang menganggap dan menggunakan Aerio dalam kontes-kotes modifikasi, apalagi dalam kontes audio. Bila Anda masih mengingat Aerio milik BosMobil, yang juga sempat bertarung di beberapa kelas kontes Audio, maka tak salah bila saat ini telah ada dua jagoan Aerio yang memiliki kualitas suara mempuni layaknya Aerio milik Teddy dari Bronson Audio dan juga tentunya Aerio dari BosMobil.

Modifikasi Suzuki Aerio

Ada satu kelebihan yang dimiilliki Aerio menurut Teddy selaku pemiliki mobil ber plat B 999 KC ini, “untuk Aerio mungkin salah satu unggulan dan kelebihanya ada di dashboardnya. Dengan desain datarnya yang memang merupakan bawaan Aerio diangap cukup bagus dalam sisi staging imagingnya,” ucapnya. Tapi tak hanya itu saja, karena disisi lain ternyata juga ada dampak minusnya, seperti halnya pada posisi joknya, “karena bila posisi standar joknya tidak dirubah maka terasa sulit untuk mendapatkan deepnya,” lanjut Teddy.

Tapi hal itu semua bukan menjadi alasan utama Teddy memilih Suzuki Aerio untuk dijadikan mobil pacuan kontes suara alias sound contest, melainkan memang hanya ada mobil ini saja, jadi mau tak mau Aerio laah yang dipakainya ... hehehe. “Sebenarnya memang sudah lama mau banngun mobil untuk ikutan kontes, tapi baru kesampean sekarang. Aerio ini selain jadi mobil kontes juga jadi mobil anter jemput anak sekolah,” candanya.

Modifikasi Suzuki Aerio

Modifikasi Suzuki Aerio

Pengarapan tentu saja berawal dari sektor kabinya untuk menempatkan beragam instalasi audio yang dibutuhkan guna manunjang konsep awalnya tadi. Dimulai dengan menyingkirkan perangkat headunit standar bawaan Aerio dengan menggunakan piranti keluaran Denon DCT R1 yang dipercaya dapat mengontrol olah vocalnya dari sistem 3 way-nya yang menggunakan piranti Midrange dari Eton MG3 Magnesium lalu dikolaborasikan lagi dengan perangkat  tweeter keluaran TEC dan juga midbass kepunyaan SB Acoustics 6”.

Modifikasi Suzuki Aerio

Modifikasi Suzuki Aerio

Itu baru piranti tengahnya saja, pindah ke kabin bagasi belakang yang telah di sulap menjadi sarang audio juga terdapat beberapa instalasi audio lainya. Mulai dari subwoffer sebagai penghasil suara rendahnya yang menggunakan SB Acoustics berdimensi 10”, Processor Cubig PX1 sampai dengan 2 buah power Cubig 4.80 dan 1.700 semuanya terintegrasi dengan baik terliebih ketika telah di seting ulang semuanya, hasil dentuman suaranya begitu jernih dan licin pokoknya ciamik laah ...

Modifikasi Suzuki Aerio

Penasarankan denganpenilaian suaranya, sebelum kita bahas mengenai olah vocal dari instalasi yang ditanam pada mobil ini. Kita simak tampilan luarnya terlebih dahulu, guna memberikan suatu nuansa yang baru, tubuh hitam klimis Aerio Teddy ini juga di sematkan dengan pelek SSR yang terbalut rapi dengan bah keluaran Yokohama. Dengan demikian, sedikit tampilan luarnya sedikit berbeda, dan tak mengesankan mobil rumahan lagi bukan ... ?

Selesai dengan itu semua, giliran masuk kesektor pengetesan suara yang sering dilakukan tim BosMobil pada kendaraan bertaraf SQ. Mau tau gimana pembahasan ringannya, simak bareng-bareng aja yaah ...

Sound Tester :

Pada sektor sound stage, sistem audio Suzuki Aerio kepunyaan Teddy dari Bronson Audio menuai rasa decak kagum tersendiri. Bagaimana tidak, dengan posisi jok yang relatif agak tinggi, namun mampu menghasilkan “stage height” atau ketinggian panggung hampir mendekati “ear level”. Selain itu, meski posisi jok juga relatif tidak terlalu mundur, tetapi kedalaman panggung cukup baik. Sedangkan untuk point “stage width” atau lebar panggung, Aerio Bronson kembali membuat Tim BosMobil terpana karena kesan ruang yang luas begitu dapat dirasakan. Mungkin hal ini menjadi point terpenting, seperti yang dibilan tadi bahwa posisi jok untuk Aerio juga sangat menentukan nilaai deepnya suara.

Modifikasi Suzuki Aerio

Penilaian teknis tahap kedua yaitu pada sektor Imaging. Nah...sektor inilah yang menjadi keunggulan sistem audio Aerio Bronson. Terlepas dari pemakaian komponen audio berkualitas, kematangan hasil setting EQ dan Time Alligment juga peredaman yang optimal, penting pula pemilihan mobil yang tepat dan hali ini kerap kali terlupakan oleh para audiolover. Tepat disini diartikan sebagai kabin mobil yang mumpuni untuk membangun sebuah mobil SQ, sebut saja: dashboard yang rata, kaca depan landai, plafond tidak terlalu pendek, hingga bagasi single kabin. Dan ternyata kesemuanya itu ada pada diri mobil Suzuki Aerio. Dengan kabin mobil mumpuni, hal itu sangat banyak membantu sektor “Imaging” pada sistem audio.

Modifikasi Suzuki AerioMaka tidak heran jika Aerio Bronson mendapatkan point sempurna untuk posisi left, left center, center, dan right center. Hanya pada posisi right saja sumber suara cenderung lebih turun dibandingkan posisi lainnya. Secara overall, separasi suara sangat jelas, dan hebatnya walaupun besaran atau “image” suara tidak kecil-kecil, namun titik fokus suara begitu nyata dan tidak shifting. Sedikit kurang pada layering-nya namun tidaklah parah.

Penilaian selanjutnya ada pada akurasi suara atau “tonal accuracy”. Point terburuk ada pada sub-bass, sedangkan terbaik ada pada high-frequency dan midrange. Sebenarnya sub pada sistem audio Aerio Bronson bukanlah tidak bertenaga atau kurang deep, namun terkesan terlalu mengambil peranan midbass. Sehingga nuansa sub menutupi peran midbass itu sendiri. Sedangkan untuk midrange dan high (tweeter), sajiannya sungguh indah. Vocal penyanyai tebal dan energi begitu terasa, hentakan simbal drum sangat live, dan tweeter sangat extend.

Sebagai uji penilaian terakhir yaitu “listening pleasure”, Tim BosMobil merasa “no complaint” untuk sistem audio pada Aerio Bronson. Memang bukanlah yang terbaik dibandingkan mobil-mobil SQ lainnya, tetapi jika kita bicara mengenai keharmonisan antar unsur-unsur point di atas, maka mobil ini layak diacungi 2 jempol ke-atas alias “two thumbs up” bahasa kerennya ... hehehe...

Modifikasi Suzuki Aerio

Salut deh untuk Mr. Teddy ... sukses boss ...

Data/fakta:
Headunit : Denon DCT R1, Tweeter : TEC, Midrange : Eton MG3 Magnesium, Mid bass: SB Acoustic 6”, Subwoofer : SB Acoustic 10”, Power : Cubig 4.80 & Cubig 1.700, Processor : Cubig PX1. Workshop : Bronson Audio

Teks/foto : *stan-Rtm/ stan

Tags Under: Audio

Back to Top