ROCKFORD FOSGATE
Reverb Acoustic

Mitsubishi Lancer (CK4) : Spirit of Naturally Aspirated

Mitsubishi Lancer (CK4) : Spirit of Naturally Aspirated

Kita semua mengetahui, jika Mitsubishi Lancer kebanyakan yang berplatform CB ataupun CK akan dikonversi ke versi Evolution. Selain tampilannya makin galak, langkah ini juga mendapatkan mesin turbo, otomatis performanya jauh meningkat, apalagi untuk bersaing di ajang drag race.

Mitsubishi Lancer CK4 Rangga PKM Racing

Namun pria bernama Rangga Putra ini tetap bersemangat pada aliran naturally aspirated (N/A) untuk Mitsubishi Lancer-nya. N/A disini maksudnya tanpa tambahan turbo maupun nitrous, atau beken disebut all motor. Doi memiliki alasan yang cukup kuat mengenai semangatnya di N/A.

Mitsubishi Lancer CK4 Rangga PKM Racing

“Sebenarnya dulu mau bangun jadi Evo dengan bajet terbatas. Tapi ternyata kurang, jadi coba bangun pakai mesin N/A dulu. Pertama kali jadi dulu dengan kondisi 1.800 cc stock internal engine bisa 14,6 detik. Kemudian naik kompresi dan ganti camshaft, waktunya naik ke 14,0 detik,” ungkap Rangga.

Mitsubishi Lancer CK4 Rangga PKM Racing

Pria yang akrab disapa Cinko ini juga mempunyai acuan yaitu suasana drag race di negara Puerto Rico. “Drag race disana banyak yang pakai Mitsubishi dengan mesin N/A mas, waktunya bisa 10,8 detik. Kalau disana bisa, kenapa kita enggak?” ucap pria berkacamata ini.

Mitsubishi Lancer CK4 Rangga PKM Racing

Dikerjakan di PKM Racing, mesin pada Mitsubishi Lancer-nya kali ini menggunakan kombinasi engine block dari 4G94 berkapasitas 2.000 cc yang merupakan mesin Mitsubishi bukan untuk pasar Indonesia. Beberapa internal mesin pun juga sudah dijejali dengan performance parts.

Mitsubishi Lancer CK4 Rangga PKM Racing

“Pakai piston CP oversize 200, jadi kapasitas mesinnya naik sedikit,” katanya. Selain itu, camshaft juga sudah diganti dengan durasi yang lebih cihuy. “Kompresi sekarang 13,8:1 tapi paking mesti 2, karena kubah piston-nya jenong sekali,” katanya lagi.

Mitsubishi Lancer CK4 Rangga PKM Racing

Bagian lain mesin yang menempel di Lancer berkelir hitam ini juga menyesuaikan. Seperti throttle body dari S90 yang berukuran cukup besar 70 mm, berikut intake manifold. Exhaust system pun juga diganti dengan desain khusus yang dipercayakan kepada ORD Exhaust.

Mitsubishi Lancer CK4 Rangga PKM Racing

“Tenaga 260 HP di 7.500 RPM, dan torsinya 280 Nm pakai racing fuel,” jelas Rangga. Output mesin dikirim ke transmisi bawaan Mitsubishi Lancer versi MIVEC dengan rasio ubahan, kemudian ke roda depan yang menggunakan ban semi slick. “Pakai slick takut as rodanya gak kuat. Ada yang bisa custom tapi mahal. Selama ini as roda masih standar, dan Puji Tuhan gak ada masalah,” tuturnya.

Mitsubishi Lancer CK4 Rangga PKM Racing

Karena N/A, Mitsubishi Lancer-nya pun sudah melakukan ritual diet ketat melalui menghilangkan tulang-tulang pada seluruh pintu, kap mesin dan bagasi. “Tapi plat bodi masih bawaan. Dek bawah dari belakang ke jok belakang juga dibuang. Ini udah harga mati. Saat ini, bobotnya masih 900 kg plus-plus,” tutur Rangga.

Mitsubishi Lancer CK4 Rangga PKM Racing

Mitsubishi Lancer CK4 Rangga PKM Racing

Best time yang diraihnya adalah 13,4 detik pada saat Sentul Drag Race tahun 2016 lalu. “Saat itu, masih pakai bensol, tenaga sekitar 240 HP, final gear-nya 4,3 finish saat masuk gigi 4. Pas seri 1 Sentul Drag Race 2017 kemarin, dengan tenaga lebih besar, saya rubah final gear ke 4,6. Tapi nafas jadi terlalu pendek, finish di gigi 5, dan waktunya jadi 13,6 detik,” jelasnya.

Mitsubishi Lancer CK4 Rangga PKM Racing

Semangat N/A oleh Rangga di Mitsubishi Lancer CK4-nya masih berlanjut hingga ke titik maksimal. “Masih banyak ruang untuk memaksimalkannya, karena contohnya beberapa perangkat di mesin belum lightweight, kemudian bodinya masih bisa dikurangi bobotnya. Saya yakin paling tidak mobil ini bisa tembus ke angka 12 bahkan 11 detik,” tutupnya.

Rangga’s Mitsubishi Lancer :
4G94 Engine Block, Billet 306 Camshaft, Supertech Valve Springs w/ ASP Retainers, CP 83 mm Pistons, K1 Connecting Rods, ACL Race Metal Bearings, ORD Exhaust System, Skunk2 Intake Manifold, S90 70 mm Throttle Body, NGK Iriway 8 Spark Plugs, Haltech PS500 Engine Management, OEM Mitsubishi MIVEC Ver. Transmision, Kaaz 1.5 way LSD, Toyo R888 225/50/R15 Front Tires, M/T 24×4.5 R15 Rear Tires, ISC Coilover Suspension, Custom Traction Bar.

Tuned by : PKM Racing.

KOMENTAR

Musical Auto Sound
Car Audio Spesialis