Mitsubishi Grandis : Donor Dari Saudara-Saudaranya

Mitsubishi Grandis : Donor Dari Saudara-Saudaranya

Sebenarnya judul artikel ini bukan berarti modifikasi Mitsubishi Grandis dengan biayanya yang dimodali oleh saudaranya, jadi jangan salah sangka lho. Maksudnya adalah penggunaan beberapa parts yang diambil dari model-model Mitsubishi lainnya.

Yang paling kentara jika melihat kedua Mitsubishi Grandis milik Edwin dan Fahmi ini adalah penggunaan velg Mitsubishi Lancer Evolution X. “Karena ini adalah mobil keluarga, dan kami ingin modifikasi yang tidak mengorbankan kenyamanan serta safety-nya juga,” buka Edwin.

Hal tersebut juga diutarakan oleh Fahmi, dengan alasan sebelas-dua belas dengan Edwin. “Kami modifikasi tidak mau ekstrim, tapi tetap terlihat manis dan nyaman digunakan. Dengan pilihan donor dari saudara-saudara Mitsubishi lainnya, kenapa tidak? Menurut kami sudah cukup dengan OEM ini,” ungkap Fahmi.

Velg bawaan Mitsubishi Lancer Evolution X diakui merupakan pilihan paling tepat bagi Edwin maupun Fahmi untuk menggantikan velg Mitsubishi Grandis-nya. “Karena standarnya Grandis itu 17 inci, sedangkan Evo X kan 18 inci, jadi paling cocok lah. Kalau Evo yang lain masih 17 inci,” jujur Edwin.

Kemudian agar tampilan Mitsubishi Grandis ini semakin cihuy, per standar juga diganti dengan lowering kit dari H&R. “Sebenarnya ada opsi lain, yaitu custom per, tapi kenyamanannya pasti berkurang. Lowering kit ini pesan dari Thailand, karena di Indonesia tidak ada yang jual, dan jarang yang modifikasi Mitsubishi Grandis,” jawab Edwin.

Masih dari eksterior, baik Mitsubishi Grandis milik Edwin dan Fahmi sudah menggunakan headlamp jenis proyektor yang didonorkan dari Mitsubishi Outlander Sport. Kita semua mengetahui, lampu model proyektor membuat cuaca lebih fokus serta tampilan lebih oke.

Modifikasi donor ini masih berlanjut ke bagian fitur Mitsubishi Grandis, yaitu diaktifkannya fitur cruise control. “Sebenarnya memang Mitsubishi Grandis di Indonesia memiliki fitur cruise control, tapi entah kenapa tidak aktif,” ungkap Edwin.

Di mobil Edwin, untuk mengaktifkannya harus mengganti setir yang terdapat tombol cruise control, yang dipilih dari Mitsubishi Outlander Sport. “Mitsubishi Grandis di luar negeri ada cruise control berupa tuas di samping setir, tapi susah nyarinya. Nah makanya lebih baik pilih ke Outlander Sport, dan cukup diaktifkan dari ECU,” jelas Edwin.

Sementara mobil Mitsubishi Grandis milik Fahmi menggunakan setir Mitsubishi Pajero Sport. “Karena belum ada yang pakai, jadi pilih Pajero Sport. Selain itu, paddle shift-nya juga bisa diaktifkan,” kata Fahmi.

Cukup sampai di sini? “Kami sudah berencana agar pintu bagasi Grandis ini jadi model power back door. Di luar negeri ada fitur ini kok. Ubahannya hanya pada shock dan pillar paling belakang untuk penempatan motor penggeraknya,” tutup Edwin.

Workshop : GT Auto.

KOMENTAR