Meski Hujan, Skuadron 45-50 Tetap Meraih Sukses Di ISSOM 2017

Meski Hujan, Skuadron 45-50 Tetap Meraih Sukses Di ISSOM 2017

Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) memasuki musim 2017. Tentunya musim baru membuat beberapa tim ingin meraih sukses pada seri pertama ajang balap di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor-Jawa Barat ini, termasuk Skuadron 45-50. Meskipun turun hujan sejak siang membuat sirkuit basah, Skuadron 45-50 tetap meraih sukses yang masing-masing pembalapnya yaitu Ibrahim Budidana, Denny Rommel, Ismail Ekadana, dan Dimas Dwi Sembodo, yang masing-masing membawa pulang piala.

Sekedar informasi, tim ini menaungi pit 45 dan pit 50 di Sirkuit Internasional Sentul. Beberapa tahun ke belakang, mereka selalu berada di pit yang sama yaitu pit 46 dan pit 47. Sejak tahun 2017 ini, mereka harus berpisah di pit yang berbeda. Penamaan Skuadron 45-50 pun memiliki cukup banyak alasan, salah satunya pilot pesawat diibaratkan sebagai pembalap, tapi terbang rendah di sirkuit.

Ibrahim Budidana #77

Masih mengandalkan Toyota Corolla DX dengan mesin K Series dari Honda, Ibrahim Budidana mengikuti balap Super Touring Car Championship kelas Retro STC. “Dengan kondisi wet race, terus terang saying tidak bisa gaspol, karena ban yang saya pakai untuk kondisi balap kering,” jelasnya.

Pantauan BOSMOBIL, beberapa kali Corolla DX-nya keteteran saat berada di tikungan. “Beberapa kali understeer, dan hampir melintir, ditambah kondisi jalan yang kurang jelas karena kaca berembun. Akhirnya saya cari aman saja, hasilnya kurang memuaskan, tapi ya namanya juga balap,” ungkapnya.

Kondisi tetap hujan, namun hasilnya berbeda saat balap Indonesia Retro Race. Mengikuti kelas Retro 2000 Max, dirinya mendapat dukungan dari rekannya Jos Oren untuk meminjamkan ban khusus wet race. “Kebetulan ukuran sama, jadi langsung pasang. Saat warming up lap, memang lebih enak,” jujurnya.

Setelah start, Ibrahim Budidana mampu menuntun mobilnya melewati rivalnya. “Setiap tikungan, saya cukup pede, sama sekali tidak ngesot, dan berani tambah kecepatan Saya sempat di posisi pertama untuk Retro 2000 Max, tapi safety car sempat keluar, sehingga rival saya kembali mendekat. Selepas safety car masuk, saya tersusul lagi, dan akhirnya juara 2 di kelas Retro 2000 Max,” katanya.

Denny Rommel #368

Bermodalkan BMW 3 Series E30, Denny Rommel berjaya di 2 balap sekaligus. Di European Touring Car Championship, doi mendaftarkan diri sebagai peserta di kelas Pro balap Euro 2000. Denny Rommel pun memasang strategi dengan meninggalkan lawan-lawannya sejak balap dimulai.

Start posisi ke-4, Denny Rommel sempat mendapati masalah pada mobilnya. “Kendala ban hujan di velg yang sudah sedikit peyang akhirnya roda bergetar,” jelasnya. Hingga lap ke-8, dirinya berada di posisi ke-3 dan meninggalkan lawannya di posisi 4. “Safety car sempat masuk, kondisi rapat lagi. Akhirnya safety car keluar, saya disalip oleh pembalap lain, dan jadinya saya juara 2,” ungkapnya.

Kemudian Denny Rommel juga mengikuti balap Indonesia Retro Race di kelas Super Retro. Start dari posisi ke-2, doi langsung melejit ke posisi pertama. Pantauan kami, meskipun kondisi sirkuit basah, Denny Rommel sanggup melahap tikungan demi tikungan tanpa masalah.

“Hampir terasa balap sendirian,” katanya. Safety car pun sempat masuk sirkuit mengawal pembalap, membuat rival-rivalnya rapat. Tapi setelah itu, Denny Rommel terus memimpin balapan. “Di lap terakhir, Ekadana sempat menyalip saya, tapi begitu keluar tikungan, posisi saya ambil lagi,” jelasnya. Akhirnya, Denny Rommel juara 1 di kelas Super Retro ini.

Ismail Ekadana #65

Bisa dibilang, Ekadana (sapaan akrabnya) mirip-mirip dengan Denny Rommel, yaitu meraih sukses di 2 balap sekaligus. Di balap Super Touring Car Championship kelas Retro STC, dirinya menjadi juara 3. Namun sebelum balap dimulai, tepatnya saat line up, Toyota Corolla DX bermesin F20C-nya sempat mengalami masalah.

“Korslet di oil pressure gauge, keluar asap putih. Beruntung ada crew Geovani Garage yang sigap, dibantu rekan AP Speed yang saat itu berada di dekat mobil,” jelas Ekadana. Setelah kondisi dinyatakan aman, Ekadana akhirnya masuk ke sirkuit. “Start dari posisi ke-2. Kesulitan me-maintain grip di ban belakang. Setiap masuk dan keluar tikungan, tidak ada grip. Akhirnya main safety dulu,” bilangnya.

Balap dilanjutkan ke Indonesia Retro Race kelas Super Retro, yang mana Ekadana start dari posisi 4. “Saat start, saya berhasil naik ke posisi 3. Lalu di tikungan S besar, saya berhasil lagi menyalip Robert Paul jadi posisi ke-2,” jelasnya. Ekadana pun sanggup meninggalkan rivalnya di posisi ke-3, hingga akhirnya safety car masuk membuat jarak mendekat lagi.

“Saya sempat mendekati Denny Rommel, tapi selepas safety car, dia kembali menjauh. Karena ada overlap car, yang sedikit menghambat Denny Rommel, akhirnya saya bisa mendekat lagi. Di tikungan terakhir, saya sempat ambil posisi pertama, tapi tidak lama dia ambil posisi lagi. Akhirnya saya hanya bisa juara 2, dan selisih 0,4 detik dengan Denny Rommel,” ungkapnya.

Dimas Dwi Sembodo #76/#69

Pria humoris ini masih menggunakan Toyota Corolla DX dengan mesin 3S-GE. Di balap Super Touring Car Championship, dirinya start dari posisi ke-9 untuk kelas Retro STC. Kondisi sirkuit yang basah diakui tidak bisa memaksakan dirinya maupun mobilnya.

Beberapa kali kami melihat Dimas sempat mendekati rival-rivalnya di kelas yang sama, termasuk Ekadana. “Tapi terlalu licin bro, dan girbox juga bergetar. Akhirnya gue main aman aja dulu,” katanya. Rival lain di belakangnya juga sempat memberikan pressure, namun akhirnya posisi tidak berubah hingga finish. Dimas pun berhak atas berdiri di podium juara 4.

Selanjutnya di balap Indonesia Retro Race, dengan mengikuti kelas Super Retro, Dimas start dari posisi ke-5. Balap dimulai, Dimas terus memaksa agar bisa mengejar lawan-lawannya. “Karena licin, sempat melintir, jadi ke posisi paling belakang,” jujur Dimas.

Tidak mau menyerah begitu saja, Dimas akhirnya menuntun Corolla DX-nya untuk kembali mendekati pembalap lainnya. Lap demi lap melewati rival-rivalnya, ditambah sempat masuknya safety car, yang membuat Dimas akhirnya sanggup finish di posisi ke-4.

KOMENTAR