Ismail Ekadana Borong 3 Piala Dari ISSOM 2016 Seri 2

Ismail Ekadana Borong 3 Piala Dari ISSOM 2016 Seri 2

Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) 2016 kembali digelar di Sentul International Circuit, Bogor pada 2-3 April 2016 lalu. Kembali partner kami Ismail Ekadana berlaga di balap Super Touring Car Championship (STC) dan Indonesian Retro Race Championship (IRRC).

ISSOM 2016 Ismail Ekadana

Berbeda dengan seri 1 lalu yang pulang dengan tangan hampa, namun di seri 2 kali ini Ekadana berhasil membawa piala. Tak tanggung-tanggung, doi memborong 3 piala sekaligus. “Alhamdulilah bro,” bukanya sebelum melakukan penerimaan piala IRRC seri 2. Wah gimana ceritanya tuh bos? Lanjut…

ISSOM 2016 Ismail Ekadana

Jadi di seri 1, balap IRRC harus dihentikan, dikarenakan hujan yang sangat deras sehingga jarak pandang hanya beberapa meter saja. Oleh karena itu, di seri 2 kemarin digelar balap IRRC untuk seri pertama pada hari Sabtunya (2/4).

ISSOM 2016 Ismail Ekadana

Tetap mengandalkan Toyota Corolla DX (KE70) dengan mesin Honda S2000 yaitu F20C, Ekadana start dari posisi ke-18. “Brake pad ganti baru, tetap mobil mengalami kendala. Setiap nge-rem, mobil lari ke kiri. Setelan spooring-nya ternyata tidak benar,” ungkapnya. Meskipun demikian, Ekadana akhirnya bisa menuntun mobilnya untuk finish ke-3 kelas Super Retro.

ISSOM 2016 Ismail Ekadana

Karena bermasalah di setelan spooring, akhirnya kru melakukan spooring ulang di hari Minggu-nya sebelum balap STC dimulai. “Di kualifikasi STC, gue bisa start dari posisi ke-5,” ungkapnya. Balap dimulai, Ekadana langsung maju ke posisi 4.

ISSOM 2016 Ismail Ekadana

Namun di pertengahan, balap harus dipimpin safety car karena salah satu mobil peserta mengalami insiden. Begitu safety car keluar lintasan, Ekadana maupun semua pembalap kembali meng-gaspol mobilnya masing-masing. Namun tidak berjalan lama, kecelakaan kembali terjadi.

ISSOM 2016 Ismail Ekadana

Safety car pun kembali masuk, dan berjalan beberapa lap dikarenakan mobil yang kecelakaan mengalami kerusakan cukup parah. Setelah safety car keluar, Ekadana pun masih berada di posisi ke-4 secara overall.

ISSOM 2016 Ismail Ekadana

“Di tengah jalannya balap, kendala kembali terjadi. Kali ini di mesinnya, yaitu alternator bermasalah. Jadi VTEC-nya kadang aktif, kadang gak aktif,” ungkapnya. Dengan kendala di mobilnya tersebut, terlihat Ekadana kehilangan tenaga mesin, yang akhirnya ditempel oleh pembalap lainnya, dan sesekali disusul.

ISSOM 2016 Ismail Ekadana

“Bisa dibilang mobil tidak ada VTEC-nya. Tapi gue putuskan untuk main safe saja, tidak mau ngotot seperti seri lalu,” kata Ekadana. Atas kesabaran yang dilakukannya, akhirnya Ekadana berhasil membawa Corolla DX-nya di posisi ke-3.

ISSOM 2016 Ismail Ekadana

ISSOM 2016 Ismail Ekadana

Setelah finish, kru kembali melakukan perbaikan di sistem alternator-nya sebelum balap IRRC dimulai. “Di balap IRRC, gue hanya bisa start di posisi ke-14 karena kualifikasi hari Sabtu-nya hujan, dan mobil terasa licin banget,” bilang Ekadana.

ISSOM 2016 Ismail Ekadana

Sesaat lampu hijau padam, Ekadana melakukan start-nya dengan baik, yang akhirnya bisa masuk ke barisan depan. Beberapa lap berjalan mulus, kendala pun kembali terjadi, kali ini tetap pada alternator mesinnya, yang berakibat pada VTEC-nya.

ISSOM 2016 Ismail Ekadana

“Dari awal sudah bisa maju, tapi pertengahan bermasalah lagi. Jadi gue main safe lagi,” ungkapnya. Dan lagi-lagi, Ekadana berhasil finish kali ini di posisi ke-2 balap IRRC kelas Super Retro. Jadi jumlahnya, Ekadana membawa 3 piala dalam 2 hari.

ISSOM 2016 Ismail Ekadana

ISSOM 2016 Ismail Ekadana

“Di seri 1 waktu itu jadi pelajaran buat gua karena ngotot. Sekarang coba main safe, dan atur emosi juga. Jadi kalau mobil udah agak aneh, gue gak mau nge-push lagi,” ucapnya. Kegembiraan Ekadana semakin lengkap, karena ayahnya, Ibrahim Budidana juga berhasil mencuri piala juara 1 IRRC kelas 2000 Max.

ISSOM 2016 Ismail Ekadana

Congratulation bro, borong piala lagi seri berikutnya…

KOMENTAR