Honda Brio DD2 ‘Holy Brio’ : Mission (Almost) Complete

Honda Brio DD2 ‘Holy Brio’ : Mission (Almost) Complete

Terhitung sejak gelaran balap touring di Sirkuit Sentul seri 5 lalu pada tanggal 22-23 September 2018 lalu, Honda Brio dari Gazpoll Racing ini mampu mencetak waktu 1:42,85 saat sesi latihan resmi. Dengan begitu, menurut kami mobil berjulukan ‘Holy Brio’ ini menjadi Honda Brio tercepat di Indonesia.

Honda Brio DD2 Holy Brio ISSOM 2018 Sirkuit Internasional Sentul

Menurut kami lhooo… Luckas Dwinanda selaku tuner dan racer pun mengakui catatan waktu tersebut merupakan ‘misi khusus’. “Awalnya promotor JSTC meminta Honda Brio ini dipasang turbo. Lalu dia menanyakan apakah Honda Brio bisa mencetak waktu 1:45 di balap touring? Dengan lihat potensi Brio itu sendiri, gue jawab bisa,” buka Luckas.

Honda Brio DD2 Holy Brio ISSOM 2018 Sirkuit Internasional Sentul

Tantangan diterima Luckas, sehingga misi langsung dimulai. Untuk mesin bawaan Honda Brio DD2 sudah dipensiunkan, gantinya adalah mesin L15. “Blok mesin gue memang pesan khusus supaya kuat dan awet pas terima boost dari turbo. Dan juga balap touring dibutuhkan durabilitas, apalagi Brio ini ikut 2 kali balapan dalam 1 hari,” tuturnya.

Honda Brio DD2 Holy Brio ISSOM 2018 Sirkuit Internasional Sentul

Kemudian untuk turbo-nya, menurut Luckas tidak mau muluk-muluk. “Semua kombinasi harus pas, mulai dari mesin, turbo, fuel system, dan lainnya. Tenaganya mungkin sekitar 350 HP,” bilangnya. Tenaga dikirimkan ke transmisi bawaan L15. “Rasionya rahasia dong hahaha,” lanjutnya. Paham, yang pasti disesuaikan dengan karakter Sirkuit Sentul.

Honda Brio DD2 Holy Brio ISSOM 2018 Sirkuit Internasional Sentul

Dan urusan tidak hanya sampai di mesin saja, karena Luckas menjelaskan jika rolling speed harus stabil di setiap lintasan, termasuk tikungan. “Jadi ceritanya begini, dulu pas setting suspensi, setelan sudah terlalu keras. Tapi gue ngerasa kok bodi tetap goyang. Gue pikir gak boleh mentok di suspensi, harus pindah ke bagian lainnya,” ucapnya.

Honda Brio DD2 Holy Brio ISSOM 2018 Sirkuit Internasional Sentul

Luckas menjelaskan saat itu langsung memfokuskan diri ke bagian sasis Honda Brio tersebut, yang mana dilakukan reinforce beserta rollbar agar bodi lebih rigid, berikut bushing pada kaki-kaki yang diganti jadi spherical bushing. “Terus rem depan gue ganti pakai yang lebih bagus, dan belakang diubah dari teromol jadi discbrake,” jujurnya.

Honda Brio DD2 Holy Brio ISSOM 2018 Sirkuit Internasional Sentul

Cukup sampai disitu? Luckas juga menambahkan rear wing pada Honda Brio ini yang dikhususkan untuk balap. “Kalau ini, dulu saat nge-rem bagus tapi bagian belakang goyang-goyang. Akhirnya gue pasang wing, dan jadinya tetap stabil,” katanya. Tentunya beberapa bagian bodi juga sudah diganti dengan bahan lebih ringan.

Honda Brio DD2 Holy Brio ISSOM 2018 Sirkuit Internasional Sentul

Semuanya dilakukan secara bertahap, baik saat event resmi maupun latihan non resmi. “Setiap latihan, gue lebih fokus ke suspensi, sasis, dan kaki-kaki. Progress-nya memang terlihat, dulu dari 1:51, 1:49, 1:47, 1:45, 1:43, dan kemarin itu jadi 1:42,85 catatan waktu lap-nya,” tuturnya.

Honda Brio DD2 Holy Brio ISSOM 2018 Sirkuit Internasional Sentul

Mission Complete? Sepertinya hampir, karena Luckas masih penasaran dengan catatan waktu sang Holy Brio. “Hahaha, ya setting sebaik-baiknya aja. Karena pas waktu 1:42,85 itu setting-an baru dan belum maksimal. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih tajam lagi waktunya,” tutup Luckas.

Honda Brio DD2 Holy Brio ISSOM 2018 Sirkuit Internasional Sentul

KOMENTAR