Datsun P510 1973 : Tribute To Champion

Datsun P510 1973 : Tribute To Champion

Setiap pabrikan mobil tentunya memiliki sejarah yang manis. Contohnya Datsun, pada tahun 1971 dan 1972 melalui tim Brock Racing Enterprises (BRE) pernah memenangi ajang balap Trans-Am Series menggunakan Datsun P510, dan mempercundangi pabrikan lain seperti BMW dan Alfa Romeo.

Datsun P510 1973 Wahyu Cimoh BRE Datsun John Morton

Well, Datsun P510 milik Wahyu Cimoh ini layak diacungi puluhan jempol. Dirinya bertekad untuk membangun sebuah mobil dengan tampilan seperti tim BRE Datsun yang digunakan oleh John Morton dengan nomer favoritnya 46 saat itu.

Datsun P510 1973 Wahyu Cimoh BRE Datsun John Morton

“Kebetulan saya hobi ikut kontes. Jadi suatu waktu, ada teman menawarkan Datsun P510 yang sudah dikonversi ke versi coupe. Saya sempat berpikir mau dibuat seperti apa. Kebetulan yang mengadopsi tampilan BRE sudah ada di Indonesia, akhirnya saya buat tampilan Datsun BRE tapi secara detail,” bukanya.

Datsun P510 1973 Wahyu Cimoh BRE Datsun John Morton

Mulai dari eksteriornya menggunakan cutting sticker, dengan livery dan beragam sponsor yang dibuat semirip mungkin, serta headlamp yang berkelir merah. “Sebenarnya warna dasar asli untuk BRE itu putih, tapi ini warna aslinya abu-abu. Jadi saya pertahankan, dan hasilnya cakep juga hahaha,” kata pria yang akrab disapa Cimoh ini.

Datsun P510 1973 Wahyu Cimoh BRE Datsun John Morton

Masih dari tampilan luarnya, agar mengikuti jamannya, Datsun ‘BRE’ ini menggunakan velg SSR MKII berdiameter 15 inci, dengan lebar 8 inci di depan dan 9 inci di belakang. Velg tersebut dibalut dengan ban berprofil 195/50. Tidak lupa juga dirinya mengganti rem bawaan dengan cakram pada roda bagian depan maupun belakang.

Datsun P510 1973 Wahyu Cimoh BRE Datsun John Morton

Masuk ke interior, seperti yang dikatakan di awal, Cimoh ingin membuat tampilannya secara detail. “Makanya di interior juga saya kasih rollbar,” ungkapnya. Dijelaskan jika rollbar yang digunakan adalah 9 titik sesuai BRE dan layaknya regulasi balap.

Datsun P510 1973 Wahyu Cimoh BRE Datsun John Morton

Tidak hanya pasang rollbar saja, Cimoh juga menyematkan sepasang jok semi bucket yaitu Recaro LX. Selain itu, panel-panel untuk race purpose juga terdapat pada interior-nya, dipadukan dengan tampilan khas klasik pada instrument cluster dan setir dari Datsun SSS.

Datsun P510 1973 Wahyu Cimoh BRE Datsun John Morton

Mesin bawaan tetap diandalkan oleh Cimoh pada Datsun P510 BRE-nya. “Masih standar tapi sudah korekan. Karburator saya ganti karena mau dipakai sehari-hari,” katanya. “Lagipula pas dulu BRE ikut balap pakai mesin aslinya juga,” tambahnya.

Datsun P510 1973 Wahyu Cimoh BRE Datsun John Morton

Kami pun sempat dipersilahkan untuk mengendarai Datsun P510 miliknya. Kami merasakan sensasi yang luar biasa, akselerasi cukup cepat, kaki-kaki ‘keras’ khas mobil balap, dan bodi pun terasa rigid. Kami sempat berpikir bahwa mobil ini siap dipakai di balap seperti touring.

Datsun P510 1973 Wahyu Cimoh BRE Datsun John Morton

“Angan-angan saya memang mau dijadiin mobil balap beneran. Karena untuk kaki-kaki dan rollbar sudah memenuhi regulasi,” tutup Cimoh tentang Datsun P510-nya.

Datsun P510 1973 Wahyu Cimoh BRE Datsun John Morton

Spec :
Custom BRE Datsun Cutting Sticker, Original Datsun SSS Tailights, SSR MKII 15x(8+9)” Wheels, Champiro SX2 195/50 Tires, Tein Coilover Suspension, Nissan Fairlady Front Brake System, Ford Laser Rear Brake System, Isuzu Phanter Extended Brake Booster, L18 Crankshaft, Astugi Connecting Rods, Nikki Single Barrel Carburetor, FIA 9-point Rollcage, Original Datsun SSS Steering Wheel, Original Datsun SSS Instrument Cluster, Recaro LX Semi Bucket Seats, Custom Racing Panels (Push-Start Engine, Engine Cut-off, Super Booster Ignition System).

KOMENTAR

Musical Auto Sound
Car Audio Spesialis