BMW 318i (E30) : Everlasting Love

BMW 318i (E30) : Everlasting Love

Tidak selamanya cinta abadi hanya ditujukan kepada seseorang. Bagi sebagian besar car enthusiast, tentunya akan memiliki cinta abadi kepada suatu mobil. Salah satunya pemuda bernama Devandra yang bisa dibilang ‘cinta mati’ kepada BMW 318i generasi pertama ini dengan cerita yang cukup panjang.

BMW 318i E30 M40 1989

Mobil kelahiran tahun 1989 ini sebenarnya bisa dibilang pemilik pertamanya dari keluarga Devandra sendiri. “Bener om, ini tangan pertama. Karena suatu alasan, BMW E30 ini sempat dijual. Tapi setelah diskusi dengan bokap, akhirnya mobil ini dibeli lagi untuk disimpen,” jelasnya.

BMW 318i E30 M40 1989

Devandra juga memiliki alasan yang cukup kuat mengapa kembali membeli BMW 318i-nya, padahal jika dipikir-pikir, masih banyak BMW E30 lainnya yang bisa dijadikan ‘bahan’. “Bisa dibilang cinta mati om, dan juga susah cari lagi dengan kondisi seperti ini. Mobil ini cat semua masih orisinil bawaan pabrik,” ungkapnya wew.

BMW 318i E30 M40 1989

Pemuda ramah ini kembali menjelaskan bahwa BMW E30-nya memang merupakan mobil simpanan, dan jarang dipakai. “Alhamdulilah mobil tidak pernah nyenggol om, paling cuma dikit doang di bemper, tapi dikit. Cat-nya kalau diperhatiin udah tipis om, kalau dipoles lagi mungkin bisa botak hahaha,” bilang Devandra.

 

BMW 318i E30 M40 1989

Kondisi orisinil memang masih dipertahankan olehnya, hanya saja ditambahkan aksen ‘Hartge’ pada bagian eksteriornya. Hartge sendiri memang membuat berbagai aksesoris seperti untuk mobil-mobil BMW, termasuk BMW E30. “Saya buat single tuner karena demen dengan velg Hartge om,” jujurnya.

BMW 318i E30 M40 1989

Orisinil diluar, orisinil juga di dalam. Betul, interior BMW 318i miliknya masih berkondisi orisinil bawaan mobilnya, mulai dari dashboard, jok, doortrim dan lainnya. Devandra hanya menambahkan head unit berlabel Becker, OBC Lights, serta setir M-tech II.

BMW 318i E30 M40 1989

BMW 318i E30 M40 1989

BMW 318i E30 M40 1989

Sementara mesin bawaan M40 masih menempel di BMW E30-nya. Mesin berkapasitas 1.8L dengan tenaga lebih dari 110 HP tersebut dirasa masih cukup. Hanya pergantian minor yang dilakukan, seperti fan yang dirubah ke model elektrik, saringan udara, hingga muffler Eisenmann.

BMW 318i E30 M40 1989

Diakui oleh Devandra jika mobil BMW 318i-nya tetap akan dilestarikan. “Ini mobil disayang-sayang sama bokap, doi juga hobi otomotif, dan turunnya ke saya. Kedepannya kemungkinan mau ganti mesin om hahaha,” tutupnya.

KOMENTAR