Honda Brio Satya - Fitur Lengkap Tanpa Transmisi Matik

Posted: 12 September 2013 Viewed 8,699 times

Autorevo - Meluncur dengan tiga tipe, Honda Brio Satya yang turut serta meramikan program pemerintah mengenai mobil murah ramah lingkungan atau lebih dikenal dengan LCGC rupanya makin memanaskan peta persaiangan kendaraan LCGC.

Satya memiliki artian 'tulus' dan 'setia' sedangkan untuk mengikuti regulasi Honda juga menyematkan logo baru berbentuk bunga melati yang merupakan salah satu bunga khas Indonesia.

Secara desain sudah tentu tak asing lagi, perawakanya 'plek' sama dengan Brio yang sudah banyak beredar. Tampilan trendy dan desain modern jelas membuat Brio Satya menjadi lirikan para kaum muda, sesuai dengan pasar yang ingin dikejarnya untuk produk Kendaraan Bermotor Roda Empat Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) selain tentunya juga para konsumen yang pertamkali membeli mobil.

Mengenai fitur, Brio Satya yang berisikan material komponen lokal hingga 85% hampir mengantongi fitur yang sama dengan varian New Brio 1.2 A/T dan Brio lawas. Sebut saja seperti fitur keselamatan rangka bodi G-CON, dual SRS Airbags lengkap dengan pretensioner seatbelt dan load limiter serta Immobilizer telah mejadi perangkat standar keselamatan yang diterapkan Honda untuk mobil murahnya, bahkan sampai tipe terbawah sekalipun juga telah menganut sistem kemudi electric power steering meski seluruhnya minus dengan ABS+EBD. Hal ini cukup menarik apalagi bila dibandingkan dengan dua kompetitornya yang lebih dulu meluncur.

Tampilan Satya tipe teratas cukup menggoda berkat penyematan new fog lamp, new rear wiper, rear back garnish sampai dengan pelek alloy berdimensi 14". Mengenai kelengkapan hiburan baik dari tipe A yang merupkan tipe terendah sudah dibekali dengan perangkat audio system dan perangkat electrik lainnya seperti, power window dan ECO indicator, sedangkan untuk tipe tertingi dimodali dengan perangkat audio Double DIN.

Yang paling menarik tentu dari sisi harga yang dipasarkan, Honda Brio Satya ditawarkan mulai dari harga Rp 106 juta untuk tipe A, Rp 111 juta untuk tipe S dan untuk tipe E yang menjadi line up tertingginya dibandrol dengan harga Rp 117 juta.

Mengapa Hanya Manual?

Dan segi yang banyak dipertanyakan, mengapa Brio Satya yang mengusung mesin 1,2L 4 silinder i-VTEC SOHC ini hanya datang dengan transmisi manual tak langsung dibekali dengan transmisi otomatis, padahal bila melihat peruntukannya sebagai mobil perkotaan justru lebih diperlukan. Menangapi hal ini, Jonfis Fandy selaku Direktur Pemasaran dan Purna Jual HPM mengatkan bahwa untuk semantara ini Honda mencoba untuk menawarkan varian manual terlebih dahulu sambil melihat permintaan pasar juga regulasi dari LCGC sendiri, mengingat bila mengacu pada regulasi maka adannya penambahan fitur atau teknologi juga transmisi otomatis maka harga pun juga akan naik.

teks/foto: stanly

 

Tags Under: Auto News

Back to Top