Berkendara Dengan Mobil Bertransmisi Otomatis Yang Aman

Posted: 18 April 2013 Viewed 4,562 times

BosMobil.com - Mobil dengan transmisi otomatis memang sedang digandrungi terlebih di kota besar seperti Jakarta yang kesehariannya akrab dengan kemacetan. Dalam masa transisi dari mobil manual ke matik memang perlu penyesuaian, mungkin agak 'kagok' bagi mereka yang belum terbiasa.

Automatic Transmission

Namun semua itu bisa dipelajari dengan singkat bila Anda paham betul tentang karakteristik mobil bertransmisi otomatis. Memang banyak anggapan negatif, karena seringnya terjadi kecelakaan mobil terjun bebas dari parkiran yang secara kebetulan bertransmisi otomatis. Tak usah ragu mencoba ataupun untuk membelinya jika Anda mengerti tentang mobil bertransmisi otomatis.

Automatic Transmission

1. Pahami posisi dan urutan pada tuas persneling sampai di luar kepala . Beda dengan mobil manual yang tertera angka 1, 2, 3, 4 dan seterusnya. Sementara di mobil transmisi otomatis terdapat tanda (P) yang berarti untuk parking, di posisi ini mobil tidak dapat dimaju-mundurkan. Sedangkan (D) untuk drive, (N) untuk normal dan (R) untuk reverse atau mundur. Beberapa mobil transmisi otomatis terdapat (D1, D2) yang bermaksud untuk membatasi perpindahan gigi ketika menanjak, fungsi ini juga sama dengan (L), yang difungkan ketika tanjakan curam.

2. Selanjutnya adalah mulai untuk jalan. Pastikan kaki kiri bebas tugas dari kebiasaannya menginjak kopling pada mobil transmisi manual. Untuk memulainya, injak pedal rem, kemudian tekan tombol yang ada di tuas persneling dan pindahkan dari posisi (P) ke (D) untuk maju atau (R) untuk mundur. Harap diperhatikan, setelah masuk ke (D) begitu pedal rem dilepas mobil langsung jalan pelan walau tanpa injak pedal gas. Untuk menghindari mobil melaju sendiri, jangan lupa injak pedal rem sebelum benar-benar aman dan yakin melaju.

3. Ketika jalanan macet atau berhenti karena lampu lalu lintas untuk waktu yang agak lama, pastikan pedal rem tetap diinjak. Ingin lebih aman, sebaiknya tuas persneling dipindahkan ke posisi (N) netral. Hal ini juga layaknya dilakukan pada mobil bertransmisi manual, bukan lalu angkat rem tangan. Dan saat ingin melaju lagi, ikuti tahap nomor 2.

4. Jika bertemu dengan tanjakan yang curam, pindahkan tuas persneling pada posisi (L) atau (D1)/(D2). Dengan persneling pada posisi ini, sama saja Anda sedang menggunakan gigi bawah atau  gigi pertama dan kedua. Dengan demikin, mobil bisa melaju dengan ringan.

5. Injakan kaki pada pedal gas mempengaruhi perpindahan gigi sesuai dengan putaran mesin. Hal ini dikarenakan adanya throttle sensor yang mendeteksi besar atau kecilnya injakan pedal gas. Feeling ketika naik mobil bertransmisi otomatis sangatlah beda. Terdapat beberapa mobil 'metik' ketika pedal gas diinjak secara tiba-tiba, akan terasa 'delay' untuk berakselerasi.

6. Mobil bertransmisi aotomatis memiliki fitur O/D atau Over Drive yang berarti gigi tertinggi, otomatis putaran mesin menjadi rendah dan konsumsi bahan bakar bisa lebih irit. Fitur ini berguna saat mobil sedang melaju di jalan bebas hambatan, tetapi tidak disarankan pada saat berkendara di dalam kota atau macet karena tenaga menjadi 'drop'. Untuk mengetahui fitur ini sedang aktif atau tidak biasanya terdapat lampu indikator pada speedometer.

 

Teks/edit/foto : riyan/daniel/www

Tags Under: Rubrik Otomotif

Back to Top