2 Tim Indonesia Raih Sukses Di Final Drivers’ World Championship Asia

2 Tim Indonesia Raih Sukses Di Final Drivers’ World Championship Asia

Setelah melewati seleksi di kompetisi UrbanConcept kemarin, tim Bengawan 2 dari UNS dan tim ITS 2 dari ITS kembali meraih sukses sebagai juara 2 dan 3 di final Drivers’ World Championship (DWC) Asia pada festival Make the Future Singapore, Minggu (19/3) lalu. Kedua tim tersebut menjadi 2 dari 3 tim tercepat untuk menyelesaikan 4 putaran menggunakan energi dan bahan bakar secara efisien.

Bersama tim mahasiswa Filipina yang menjadi juara 1, tim Bengawan 2 dan tim ITS 2 akan mewakili Asia di ajang DWC Global di London pada bulan Mei mendatang. Prestasi ini melengkapi dominasi kemenangan 6 tim Indonesia sebelumnya di kategori UrbanConcept yang mencatat rekor jarak tempuh baru melalui tim Sadewa dari Universitas Indonesia, yaitu 375 km/liter.

“Bagi kami ini seperti mimpi. Gak pernah terpikirkan untuk menjadi juara kedua, apalagi sampai ke London. Alhamdulillah kerja keras kami semua terbayar lunas di hari ini. Yang pasti, ini belum selesai, kami harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk di London,” ujar Ivan Fadil, Manajer Tim Bengawan 2.

“Kemenangan ini adalah kebanggaan yang membayar seluruh kerja keras satu tim ITS 2. Kami sudah pernah tahun lalu di DWC global di London, dan adalah berkah juga untuk kami di tahun ini kembali kesana. Sekarang saatnya kami mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk bertarung di DWC mendatang,” ujar Annas Fauzy, Manajer Tim ITS 2.

“Ini hasil yang sangat membanggakan, 2 tim dari Indonesia berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya dan maju ke Grand Final Drivers’ World Championship di London. Tim Bengawan 2 dan Tim ITS 2 akan menjadi inspirasi besar bagi anak muda di Indonesia,” kata Darwin Silalahi, Country Chairman dan Presiden Direktur PT Shell Indonesia.

Seluruh pemenang akan berhadapan dengan 3 tim terbaik dari Amerika dan Eropa untuk memenangkan Grand Final dan ke markas Scuderia Ferrari. “Saya senang bisa bertemu dengan rekan-rekan dari Shell Eco-marathon di Maranello tahun lalu dan kami tidak sabar untuk bisa melakukan hal yang sama lagi di 2017,” papar Mattia Binotto, Technical Director, Scuderia Ferrari.

Di hari terakhir Shell Eco-marathon Asia, para pemenang untuk kategori mobil Prototype juga diumumkan. Satu tim Indonesia berhasil menempati peringkat 4 dalam kategori mobil Prototype dengan bahan bakar ICE yaitu, Tim Nakoela dari Universitas Indonesia. Tim Nakoela mencatat jarak tempuh terbaik 919km/liter dalam lima kali percobaan pada hari ini.

Selain penghargaan On-Track, ada 5 penghargaan Off-Track bagi tim-tim mahasiswa atas keterampilan teknis dan kreatif yang luar biasa, dan pendekatan mereka atas keselamatan dan keberlanjutan. Kategori-kategorinya antara lain Vehicle Design, Technical Innovation, Safety, Communications dan Perseverance and Spirit of the Event.

KOMENTAR

Musical Auto Sound
Car Audio Spesialis